Akhirnya Imam Suruji Kandidat nomer Urut 1Terpilih Menjadi Ketua Hippa Desa Badean
Pasca gonjang ganjing organisasi kelompok tani Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Desa Badean Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi rabo 15/7/2020 melakukan coblosan pemilihan ketua hippa langsung berjalan lancar
IMAM SURUJI kandidat nomer urut satu terpilih menjadi ketua hippa Handayani yang sudah mengalahkan dari dua kandidat antara lain MULTAJAM nomer urut 2 dan inkamben H. IKSAN nomer urut 3.
Sebanyak 400 warga petani yang mendapatkan hak memilih dari 4 wilayah dusun, panitia penyelenggara pemilihan ketua Hippa yang sudah mengimplementasikan jauh sebelumnya dari tempat pemungutan dibagi menjadi dua Tps guna menghindari kerumunan sesuai protokol kesehatan.
Dari hasil Jumlah perolehan suara di Tps cungkingan no urut 1 mendapat 142 suara sah, nomor urut dua (2) mendapat 13 suara dan nomor urut tiga (3) mendapat 68 suara dan suara tidak sah ada dua (2) suara.
Di Tps balai desa nomor urut satu (1) mendapat 62 suara nomor urut dua ( mendapat 15 suara dan nomor urut tiga (3) mendapat 43 suara dan suara tidak sah 43 suara.
Dengan terpilihnya ketua hippa dari tokoh PAC Partai Demokrat ini tentunya merupakan beban berat untuk memperbaiki keorganisasian Hippa Handayani yang selama ini baru di bentuk ADRT baru yang sebelumnya selama 2 tahun diganti nama Hippa Mitra Tani berdasarkan Sk nomor.188/32/KEP/429.252/2018 masa bakti 2018 sampai 2023.
Panitia penyelenggara pemilihan SAYKU mengatakan, bahwa selama ini Hippa yang di rasa kurang stabil pemdes berusaha memfasilitasi bagi masyarakat petani untuk menentukan memilih ketuanya dengan cara coblosan sesuai harapannya. "Ucap singkatnya kepada awak teropong timur news, Taufiq
Anggota BPD HISOMUDIN menjelaskan, terkait warga petani yang golput itu wajar dan itu adalah hak mereka tapi tidak akan membatalkan hasil keputusan coblosan, semoga teman petani setelah ini bisa rukun dan bersatu membesarkan organisasi Hippa. "pungkas Hisomudin.
Ditempat yang berbeda pihak yang golput yang tidak mau di sebut namanya mengatakan, apa tujuan kepala desa membentuk Hippa Mitra Tani dan menunjuk dua staf nya menjadi pengurus kemudian menunjuk lagi warga petani menggantikan posisi dua staf desa yang menjadi pengurus Hippa,...??? sudah dua tahun Hippa Mitra Tani tiba tiba di ganti menjadi Hippa Handayani lalu di adakan Coblosan ketua, padahal Hippa Handayani susah berbadan hukum kenapa di nonaktifkan di ganti Hippa Mitra Tani tiba tiba kembali ke Hippa handayani...???. "cloteh sumber yang golput tersebut.
Publizer: Taufiq
Editing: Buang A



0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home