Monday, 15 June 2020

Pengusaha Jasa Cetak Undangan Pernikahan Situbondo Menjerit


Situbondo, Teropong Timur News

Di tengah pandemi Covid-19 secara global, masyarakat Situbondo khususnya diminta untuk menerapkan Physical Distancing dan social distancing dengan membatasi diri dari kerumunan. Karena dengan langkah tersebut diyakini bisa memutus penyebaran virus corona. Imbauan Physical distancing dan social distancing ini memberikan dampak bagi masyarakat. Salah satunya bagi mereka yang akan melaksanakan resepsi pernikahan. Beberapa calon pasangan suami istri yang menjadi pelanggan Pengusaha Jasa Cetak menengah kebawah terpaksa gigit jari karena beberapa pelanggan harus menunda agenda penting mereka demi menghindari terjadinya penyebaran virus. Salah seorang Pengusaha Y (45) menceritakan beberapa pembatalan Hajatan pernikahan pelanggannya yang seharusnya sudah digelar. "Iya mau enggak mau mengisap jempol dulu. Karena mereka menunda hajatannya,pendapatan dipelupuk mata terpaksa terbang" kata Y, Kamis (15/6/2020). sebenarnya sangat disayangkan hal tersebut karena pihak keluarga pelanggan sudah merencanakan segala persiapan dengan matang. "Sudah pesan catering, pesan tenda, pesan kursi dan music dangdut. Tapi di undur dulu dari pada terjadi yang enggak enggak," ucap warga Dawuhan ini. Begitu juga dengan teman seprofesinya E warga Olean (45). Pria yang juga menggeluti jasa cetak Undangan ini. "beberapa konsumen juga telah membatalkan pesan undangan karena mengundur acara respsi pernikahannya hingga batas waktu yang belum ditentukannya," kata E.  Walaupun kecewa, dia tetap ikhtiar dan tetap berjuang menafkahi keluarganya serta tetap mengikuti anjuran pemerintah. "Untungnya keluarga bisa mengerti kendati dirinya luput dari Bantuan Soial bagi warga terdampak, jadi ya bisa memaklumi. Bukan hanya dirinya yang kelimpungan karena corona. Pengusaha catering, Sound System, Terop, Musisi  untuk acara pernikahan juga menjerit. Dia mengaku ada enam pemesanan Undanganyang sudah dibatalkan. "enam pesanan kita diundur. Lumayan banyak ada yang pesan 100, 200 hingga 400 undangan dibatalkan semua. Para pelanggan menunda pemesanan hingga entah sampai kapan ," kata dia.
Bahkan ada yang sudah memberikan uang muka yang terpaksa dikembalikan. dia pun mengeluhkan usahanya saat ini sepi hingga berbulan - bulan. "uang saya tinggal segini mana cukup untuk kebutuhan keluarga. “Kita sepi enggak ada pemasukan," tutup dia. Dia maklumi karena pemerintah sudah melakukan hal yang benar dengan melarang adanya pertemuan kelompok masyarakat dan bersentuhan tubuh seperti bersalaman dan sebagainya.  Namun disatu sisi, beberapa acara pernikahan gagal yang berakibat sepi pada usahanya. "Masalahnya pesta pernikahan banyak yang tidak boleh dilaksanakan," jelas dia, apalagi banyak Deretan Berita Kasus Penyebar Hoaks Covid-19 di wilayahnya harapan terakhir semoga pandemic covid ini segera berakhir, dan ekonominya kembali Pulih.
Pewarta : Yadik

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home