Pengusaha Jasa Cetak Undangan Pernikahan Situbondo Menjerit
Situbondo, Teropong Timur News
Di tengah pandemi Covid-19 secara global, masyarakat Situbondo
khususnya diminta untuk menerapkan Physical Distancing dan social distancing
dengan membatasi diri dari kerumunan. Karena dengan langkah tersebut diyakini
bisa memutus penyebaran virus corona. Imbauan Physical distancing dan social
distancing ini memberikan dampak bagi masyarakat. Salah satunya bagi mereka
yang akan melaksanakan resepsi pernikahan. Beberapa calon pasangan suami istri yang
menjadi pelanggan Pengusaha Jasa Cetak menengah kebawah terpaksa gigit jari
karena beberapa pelanggan harus menunda agenda penting mereka demi menghindari terjadinya
penyebaran virus. Salah seorang Pengusaha Y (45) menceritakan beberapa pembatalan
Hajatan pernikahan pelanggannya yang seharusnya sudah digelar. "Iya mau
enggak mau mengisap jempol dulu. Karena mereka menunda hajatannya,pendapatan
dipelupuk mata terpaksa terbang" kata Y, Kamis (15/6/2020). sebenarnya
sangat disayangkan hal tersebut karena pihak keluarga pelanggan sudah
merencanakan segala persiapan dengan matang. "Sudah pesan catering, pesan
tenda, pesan kursi dan music dangdut. Tapi di undur dulu dari pada terjadi yang
enggak enggak," ucap warga Dawuhan ini. Begitu juga dengan teman seprofesinya
E warga Olean (45). Pria yang juga menggeluti jasa cetak Undangan ini. "beberapa
konsumen juga telah membatalkan pesan undangan karena mengundur acara respsi
pernikahannya hingga batas waktu yang belum ditentukannya," kata E.
Walaupun kecewa, dia tetap ikhtiar dan tetap berjuang menafkahi keluarganya
serta tetap mengikuti anjuran pemerintah. "Untungnya keluarga bisa
mengerti kendati dirinya luput dari Bantuan Soial bagi warga terdampak, jadi ya
bisa memaklumi. Bukan hanya dirinya yang kelimpungan karena corona. Pengusaha
catering, Sound System, Terop, Musisi untuk acara pernikahan juga menjerit. Dia
mengaku ada enam pemesanan Undanganyang sudah dibatalkan. "enam pesanan
kita diundur. Lumayan banyak ada yang pesan 100, 200 hingga 400 undangan
dibatalkan semua. Para pelanggan menunda pemesanan hingga entah sampai kapan ,"
kata dia.
Bahkan ada yang sudah memberikan uang muka yang terpaksa
dikembalikan. dia pun mengeluhkan usahanya saat ini sepi hingga berbulan -
bulan. "uang saya tinggal segini mana cukup untuk kebutuhan keluarga. “Kita
sepi enggak ada pemasukan," tutup dia. Dia maklumi karena pemerintah sudah
melakukan hal yang benar dengan melarang adanya pertemuan kelompok masyarakat
dan bersentuhan tubuh seperti bersalaman dan sebagainya. Namun disatu
sisi, beberapa acara pernikahan gagal yang berakibat sepi pada usahanya.
"Masalahnya pesta pernikahan banyak yang tidak boleh dilaksanakan,"
jelas dia, apalagi banyak Deretan Berita Kasus Penyebar Hoaks Covid-19 di wilayahnya
harapan terakhir semoga pandemic covid ini segera berakhir, dan ekonominya
kembali Pulih.
Pewarta : Yadik


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home