Sunday, 26 April 2020

Tanggapan Ketua LPLH Situbondo Terhadap Phsyical Distancing Bukanlah Lockdown Atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)




Situbondo,www.teropongtimur.co.id.


Menanggapi maraknya penutupan jalan pedesaan di kabupaten Situbondo menuai beragam kritikan dari beberapa elemen masyarakat tidak terkecuali dari aktivis Peduli Lingkungan Hidup dan kesehatan masyarakat yait Lembaga Peduli Lingkungan Hidup (LPLH) Situbondo  yang berkedudukan di Desa Buduan Kecamatan Suboh,  Minggu 26/4/2020.

Menanggapi Phsycal distancing menurut Ketua LPLH Situbondo, ILHAM FAHRUZI mengatakan, "Tidak harus menutup batas antar Desa atau Kelurahan sekalipun dimalam hari dikarenakan sepengetahuan saya dikota besar saja. Contoh kecilnya kota malang di daerah Kelurahan Gadang Kecamatan Sukun tidak diberlakukan seperti itu (penutupan jalan antar desa). "Jelasnya
"Menyikapi Phsycal Distancing ini seyogyanya lebih bijaksana disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang Real dilingkungan masyarakat sebab sebagai berikut menurut pantauan kami kecamatan Suboh tidak ada yang positif Covid 19. Terangnya

"Khusus di Desa Suboh dan Desa Buduan yang terletak di Dusun Kembang Suko menjadi polemik. Hal ini dipertanyakan warga setempat apa yang terjadi di lapangan atau ditengah-tengah masyarakat menjadi pertanyaan publik, apakah semua ini ada kaitannya dengan unsur politik Pilkades yang lalu ?, Kamipun sebagai Lembaga Peduli Lingkungan Hidup dan masyarakat terhadap hal pertanyaan ini tidak tau menahu hal itu. Mungkin dari  pengamatan orang luar kelembagaan kami menduga adanya unsur politik di dalamnya terkait Pilkades kemarin. Kami menerima pengaduan informasi dari warga masyarakat yang harus kami tampung dan perlu ditindak lanjuti permasalahan ini agar supaya disikapi dengan bijaksana agar supaya lingkungan warga masyarakat antar desa dalam satu kecamatan kondusif. " Pungkasnya

Pewarta: redaksi/ fahruzi
Editor: Buang A

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home