Menarik Petilasan Syekh Maulana Ishak di Situbondo
Teropong Timur News,
Dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Situbondo
mengundang khayalak umum dalam kegiataan Diskusi dan Bedah Buku ‘Seri Cerita
Rakyat Situbondo Legenda Syekh Maulana Ishak’’. Kegiatan yang dilaksanakan pada
hari Kamis (5/12/2019) di Aula Lantai 2 Dinas perpustakaan dan kearsipan
Kabupaten Situbondo ini berlangsung cukup antusias salah satunya tokoh
masyarakat yang hadir dari desa Kotakan Anas Wijaya dan beberapa tamu lain. Kegiatan ini bertujuan untuk
memotivasi kaum milenial sehingga menambah minat baca agar mampu memunculkan
ide kreatif dan tertuang menjadi sebuah karya ilmiah demi membangun Situbondo
lebih maju, hal ini disampaikan Ibu Made selaku ketua Panitia diacara tersebut.
Menurutnya pengaruh kemajuan teknologi saat ini karena dampak internet selain dari
sisi postif yaitu kemudahan memperoleh akses informasi. Namun jangan lupa sisi negatifnya berpengaruh
besar terhadap perpustakaan, ini menyebabkan kurangnya minat baca terutama bagi kaum
milenial. Akhirnya karena problematika tersebut Dinas perpustakaan dan
kearsipan Kabupaten Situbondo berinisiatif membangun kembali minat baca baik dari
generasi milineal generasi iGen/Gen Z generasi
Gen X ataupun generasi Baby boom dengan kata lain sebelum atau sesudah generasi
milenial. Dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Situbondo mengajak putra
daerah Situbondo yaitu Joko
Kussuharto dan Achmad Nur untuk menjadi
nara sumber dalam pagelaran acara bedah buku tersebut.
Hal yang paling menarik diceritakan sejarah awal masuknya Syekh
Maulana Ishaq ketika berkelana ke arah barat hingga ke Bumi Solawat Nariyah Selama dalam perjalanan dia menyebarkan ajaran
Islam. Dan di Situbondo, ada tiga tempat yang diyakini sebagai tempat
petilasan Syekh Maulana Ishaq. Yakni di Bukit Bantongan, Desa Sumberkolak,
Kecamatan Panarukan; Bukit Tampora, Kecamatan Banyuglugur serta di Bukit Pecaron,
Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan.Tak hanya itu saja buku tersebut juga
mengangkat budaya lokal masyarakat Situbondo beserta kuliner khas Situbondo.
Pewarta : Rina Yuniar
Editor : Yadik



0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home