Jember Menjadi Tuan Rumah Hari Sukarelawan PMI Ke-14 Jawa Timur
TEROPONG Jbr - Jember Menjadi Tuan Rumah Peringatan
Hari PMI Ke-14 Dan Sukarelawan Ke-74 Jawa Timur Tahun 2019. Peringatan Hari
Sukarelawan PMI Ke-14 Sekaligus Hari Sukarelawan Internasional yang diperingati
setiap tanggal 5 Desember, kali ini
Jember sebagai tuan rumah Hari Sukarelawan PMI se-Jawa Timur.
PMI menggelar upacara peringatan Hari Relawan PMI
ke-14 dan Hari PMI ke-74 di Alun-alun Jember, Sabtu, 07 Desember 2019. Selaku
Inspektur Upacara, Ketua PMI Pusat Bidang Kesukarelawanan, Muhammad Muas.
Dalam sambutannya Muas mengatakan, dalam suasana
kebersamaan, kesatuan. dan kolektifitas kerja, PMI selalu berbuat untuk membagi
setiap wilayah untuk menjadi tuan rumah kegiatan palang merah. "Hal ini
agar dikenal masyarakat secara baik; Kedua, menguji hubungan pemerintah daerah
dengan palang merah; Ketiga, gema kemanusiaan ini sesuai undang-undang nomor 1
tahun 2018, wajib hukumnya bagi semua kemitraan bangsa ini melakukan
sosialisasi kepalangmerahan," tukasnya.
Sementara itu Bupati Jember, dr. Faida, MMR,
menyampaikan bahwa, Pemerintah Kabupaten Jember sejak tahun lalu telah
memberikan penghargaan terhadap pendonor darah yang lebih dari 100 kali. Penghargaan
yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Jember, ialah memberangkatkan umroh ke
Tanah Suci. Bagi mereka yang beragama non muslim, penghargaan yang diberikan
dalam bentuk lainnya bagi sesuai kebutuhan. “Tahun lalu kami mngumrohkan dua
orang,” ungkap Bupati.
Kepada PMI, Bupati berpesan agar mempedulikan nasib
para relawannya. Untuk itu PMI harus mempunyai data para relawannya, mulai dari
yang pemula, yang masih akif, maupun yang sudah purna. “Perhatikan mereka
dengan keluarganya. Jangan sampai semasa mereka muda, semasa mereka hidup
berjuang atas nama kemanusiaan, tetapi ketika mereka tidak berdaya atau telah
tiada, keluarganya terbabaikan,” pintanya.
Bupati sebagai pelindung kegiatan kepalangmerahan di
Jember siap mendukung para sukarelawan Jember. “Dan, saya ingin relawan di
Jember semuanya bersertifikat. Sukarelawan harus mempunyai kompetensi. Siap
sedia, jiwanya jiwa kemanusiaan, tidak ada halangan batasan lainnya, murni
semata-mata kemanusiaan,” terangnya.
Untuk Palang Merah Remaja (PMR), bupati menyatakan
akan memberikan dukungan lebih lanjut. Bagi bupati, lebih baik membangun
generasi peduli, sebab, orang pintar maupun orang pandai belum tentu bisa
bermanfaat untuk bangsa. Tetapi, orang yang peduli pasti bermanfaat untuk
sesama dan bangsa.
Kepada anggota PMR, bupati memastikan anggota PMR yang
berpestasi di bidang aksi sosial kemanusiaan di tingkat kabupaten, provinsi,
nasional, maupun internasional mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Anggota
PMR yang berprestasi itu juga berhak untuk memilih sekolah swasta maupun negeri
di Jember tanpa tes dan tanpa pengaruh zonasi. “Mereka adalah generasi yang
peduli yang perlu mendapatkan apresiasi,” pungkas Bupati. (*).
Labels: Pemerintah


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home