Monday, 16 December 2019

Diskoperindak Bondowoso Periode 2018-2023 Resmi Dikukuhkan


Bomdowoso,www.teropongtimur.co. id. 

Pengurus  Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bondowoso periode 2018-2023 resmi dikukuhkan, di Pendopo Bupati Bondowoso. Pengukuhan dilakukan dihadapan Ketua  Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin, Senin (16/12/2019).

 Dalam sambutannya Ketua Dekranasda Kabupaten Bondowoso, Siti Maimunah Salwa Arifin mengatakan, tujuan adanya Dekranasda Bondowoso adalah untuk mencapai pembangunan masyarakat yang adil dan makmur dalam semua bidang. Tentu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan itu. 

Oleh karena itu dengan diadakanya pengukuhan Dekranasda ini, pemerintah dan pelaku usaha diharapkan bisa berkolaborasi dan bersinergi dalam meningkatkan UMKM dan IKM yang ada di Kabupaten Bondowoso. 

" Membentuk para pengrajin dan pelaku usaha industri kerajinan yang handal dalam menciptakan produk-produk unggulan, yang dapat dibanggakan baik di dalam maupun di luar daerah, Ujar Siti Maimunah istri Bupati Bondowoso ini.

Sementara menurut Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi menerangkan, sekalipun Dekranasda dan Dinas terkait di Bondowoso telah melakukan tugasnya dengan baik. Namun, masih ada ruang-ruang untuk terus berkembang.

" Saya nilai Bondowoso masih punya banyak produk-produk potensi dibidang IKM. Sejauh ini, produk-produk yang dihasilkan cukup luar biasa. Kualitasnya sangat luar biasa. Saya sangat mengapresiasi" ungkap Arumi yang juga istri Wakil Gubenur Jawa Timur.

Ditanya perihal pemasaran yang selalu menjadi kendala, Arumi menjelaskan di Jatim memiliki sejumlah pendekatan pemasaran. Seperti, pameran, business matching, termasuk kerja sama yang dilakukan oleh Pemprov Jatim dengan pengusaha dan eksportir. Apalagi Jawa Timur ini tidak bisa diremehkan. Karena Jatim merupakan eksportir terbesar kedua di Indonesia. Sehingga potensinya cukup besar, dan pelabuhannya sangat memadai.

 “Kunjungan kita saat ini, dan saya lihat satu-satu. Merupakan pengumpulan data base. Saya jadi tahu di Mojokerto ada ini, di Madiun ada ini dan Bondowoso ada (produk) ini. Kita ada cara tahunan dengan eksportir, sehingga bisa diarahkan, misalnya kalau cari kopi bisa di Bondowoso" terangnya.

 Dirinya juga menambahkan bahwa penting pula fasilitasi pelatihan-pelatihan kepada para pengrajin dan pelaku UMKM.

" Kita juga Butuh banyak pelatihan tentang produk dan pelatihan tentang teknologi informasi, Karena banyak pengusaha atau pengrajin produknya bagus tapi tak paham i-marketing" pungkasnya.  

Dalam kesempatan tersebut, Arumi juga meninjau sejumlah stan yang menampilkan produk IKM dan UMKM Bondowoso. Mulai dari tas anyaman, kopi Bondowoso, batik Bondowoso, teh bluefire, dan berbagai stan lainnya.

#pewarta. Saiful
#Editor. Buang Arifin

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home