Pelaksanaan Program Jalin Matra Desa Pejagan Di Duga Kuat Ada Indikasi Korupsi, Kolusi, Nepotisme
Bondowoso,www.teropongtimur.co.id.
Program jalin Matra yang digelontorkan oleh pemerintah Provinsi Jawa timur tahun anggaran 2019, yang diterima oleh desa se kabupaten Bondowoso merupakan sebuah program yang sangat didambakan oleh masyarakat desa Bondowoso , khususnya masyarakat desa pejagan kecamatan Jambesari Darussholah.
Dari kurang lebih 1500 kepala keluarga warga masyarakat pejagan yang tercover menerima bantuan program jalinmatra sekitar kurang lebih 136 Kepala Keluarga(KK) "dari jumlah tersebut ada beberapa warga penerima bantuan dinilai tidak layak menerima program tersebut
"Ada beberapa warga yang sangat miskin malah tidak tercover sebagai penerima program jalin matra, yang lebih miris lagi ada beberapa orang oknum perangkat desa yang menerima bantuan. padahal masyarakat yang notabene sangat layak malah tidak tercover dari pada beberapa perangkat tersebut
Team media teropong timur news BAMBANG HENDRO, berusaha mengkonfirmasi NISUN, selaku kades pejagan via WA dan mendapat jawaban " kalau soal data itu desa tidak tahu menahu karena data itu langsung dari provinsi, desa tidak punya hak untuk merubahnya. " jelas Nisun lewat via WA.
"Disisi lain ada hal yang cukup mengejutkan, ketika ada laporan dari warga, kalau ada salah satu saudara kades yang mendapat program jalinmatra yang awalnya tidak terdaftar di data base,,?? tapi ketika program hampir cair nama dari saudara kades itu muncul dengan inisial *ghe* didaftar penerima. yang tanda kutip pihak pendamping jalinmatra dapat telpon dari kades Nisun kalau saudaranya agar dimasukkan dalam daftar penerima.
Berdasarkan laporan dari warga diatas, team media ragu kalau data itu dari team provinsi, faktanya kades punya power untuk memasukkan nama dengan intruksinya, walaupun secara kategori saudara kades tersebut tidak layak menerima bantuan tersebut, sebab dia tergolong kaya, punya sawah luas, 2 buah mobil pick up grand max, dan apv serta 2 buah sepeda motor,
"Menurut keterangan warga yang tidak mau disebutkan namanya, disamping itu dia mendapat bantuan pupuk ZA 7,5 kwintal, hal inilah kemudian mendapat sorotan tajam dari warga dan tokoh masyarakat setempat.
"Ada beberapa warga yang sangat miskin malah tidak tercover sebagai penerima program jalin matra, yang lebih miris lagi ada beberapa orang oknum perangkat desa yang menerima bantuan. padahal masyarakat yang notabene sangat layak malah tidak tercover dari pada beberapa perangkat tersebut
Team media teropong timur news BAMBANG HENDRO, berusaha mengkonfirmasi NISUN, selaku kades pejagan via WA dan mendapat jawaban " kalau soal data itu desa tidak tahu menahu karena data itu langsung dari provinsi, desa tidak punya hak untuk merubahnya. " jelas Nisun lewat via WA.
"Disisi lain ada hal yang cukup mengejutkan, ketika ada laporan dari warga, kalau ada salah satu saudara kades yang mendapat program jalinmatra yang awalnya tidak terdaftar di data base,,?? tapi ketika program hampir cair nama dari saudara kades itu muncul dengan inisial *ghe* didaftar penerima. yang tanda kutip pihak pendamping jalinmatra dapat telpon dari kades Nisun kalau saudaranya agar dimasukkan dalam daftar penerima.
Berdasarkan laporan dari warga diatas, team media ragu kalau data itu dari team provinsi, faktanya kades punya power untuk memasukkan nama dengan intruksinya, walaupun secara kategori saudara kades tersebut tidak layak menerima bantuan tersebut, sebab dia tergolong kaya, punya sawah luas, 2 buah mobil pick up grand max, dan apv serta 2 buah sepeda motor,
"Menurut keterangan warga yang tidak mau disebutkan namanya, disamping itu dia mendapat bantuan pupuk ZA 7,5 kwintal, hal inilah kemudian mendapat sorotan tajam dari warga dan tokoh masyarakat setempat.
Disatu sisi pula polemik / masalah yang terjadi didesa pejagan ialah jumlah pembelian barang bantuan diduga kuat tidak sesuai dengan jumlah uang yang seharusnya mereka terima yakni 2,5 juta rupiah.
Padahal pada waktu rapat sosialisasi sudah dijelaskan oleh NISUN selaku Kepala desa (kades) kalau jumlah bantuan 2,5 juta rupiah itu untuk satu penerima dipotong pajak," jelasnya pada waktu rapat tersebut.
Terkait adanya pajak pada program bantuan tersebut, team media teropong timur news, BAMBANG HENDRO mengkonfirmasi Kepala desa (kades) tapi tidak ada jawaban, dan ketika team media cross check kelapangan, menemukan beberapa laporan dari penerima bantuan, yang menjelaskan kalau barang yang diterima tidak sesuai dengan nominal jumlah bantun yang diberikan, oleh karena penerima mau protes takut ribet, lebih memilih diam
Dari hasil investigasi Team media teropong ini sudah jelas, ada beberapa masalah yang terselubung dan sistemik, hal ini kami sangat antusias dengan team lembaga JPKPN Bondowoso untuk mengungkap fakta yang terselubung tersebut.
Sesuai dengan statement ketua DPC JPKPN Bondowoso. MOH AGAM HAFIDIYANTO.SH. " saya akan ikut serta membantu team media pencari fakta untuk mengungkap sejauh mana keterlibatan para oknum yang menyalah gunakan jabatan dan wewenangnya sampai keakar akarnya, sesuai dengan hukum yang berlaku. " jelas moh. Agam
Sampai berita ini di angkat, kepala desa setelah dikonfirmasi tidak memperhatikan dan tidak ada jawaban, "dari statement diatas, maka team media sangat bersemangat untuk mengungkap dan mengawal fakta yang terselubung didesa pejagan ini.
#pewarta. Bambang Hendro/tim
#Editor. Buang Arifin
#pewarta. Bambang Hendro/tim
#Editor. Buang Arifin


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home