Perbaiki Sholatmu. Niscaya Hidupmu Baik
Bondowoso,www.teropongtimur.co.id.
Dalan Rangka Tasyakuran Yayasan Pondok Pesantren Ak-fatih yang pertama bersama Alhabib ALI BIN HASAN BIL FAQIH YAMAN. bersama Alhabib, MUHAMMAD BIN UMAR AL HADDAR Bondowoso, bertempat di yayasan Pendidikan Islam Al-fatih Mangli wetan krajan RT 001 RW,001 Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso.
yang mengusung tema. “Apabila hidupmu terasa hampa dan tidak teratur, maka mulailah dengan memperbaiki cara shalatmu dan waktu shalatmu”.
Pnggerak Yayasan Pondok Pesantren Al-fatih terdiri dari beberapa pnguruh antara lain, Ustad H.ABDURSHMAN LC Ketua Yayasan Al-patih., Ustad MUHAJIR ROBETA.Ketua Nadin Al-fatih., SAYYID SALIM. S.pd, Kepala MTS al-Fatih. "hadir juga bpk sekda kabupaten Bondowoso. para tamu undangan, tokoh Masyarakat
Didalam sambutanya Ketua Yayasan Pondok Pondok Pesantren Al-fatih, Ustad H. ABDURAHMAN LC, menyampaikan. mengucapkan selamat dan terimakasih Kepada warga Masyarakat Mangli Weran. kepada seluruh petugas amal, Ketua Panitia, Kepada semua lapisan Masyarakat yang ikut membangun Yayasan Pondok Pesantren Al-fatih yang ada di desa Mangli wetan.
"Saya berharap, mohon doa dan kepada seluruh masyarakat bondowoso, bagaimanapun Bondowoso ini, yayasan Al-fatih menjadi wadah Pendidikan bagi generasi muda kedepannya menjadi lebih baik. juga mengucapkan Kepada semua Masyarakat Kepada semua Keluarga yang telah mendukung dengan adanya berdirinya Pondok Pesantren Al-fatih ini."ungkap. ustad H. ABDURAHMAN LC
Dengan hadirnya Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Bondowoso, H. SYAFULLAH, SE. M.SI. menambah kesemangatan yang betul betul maju dengan berdirinya Yayasan al-Fatih ini, membawa antusias ribuan pengunjung umat muslim kabupaten Bondowoso untuk hadir di acara Tablig Akbar tasyakuran Yayasan Pondok Pesantren Al-fatih yang pertama.
"dalam sambutanya Sekda. H.SYAIFULLAH menyampaikan sedikit kata yang bermakna. Mari kita tegakkan sholat, karena sholat adalah tiang agama, barang siapa sholatnya benar, maka kerjanya benar, "semoga jajaran aparat dibawah njenengan bisa sadar semuanya dan cepat taubat."ungkap sekda
"dalam sambutanya Sekda. H.SYAIFULLAH menyampaikan sedikit kata yang bermakna. Mari kita tegakkan sholat, karena sholat adalah tiang agama, barang siapa sholatnya benar, maka kerjanya benar, "semoga jajaran aparat dibawah njenengan bisa sadar semuanya dan cepat taubat."ungkap sekda
Dalam sambutanya disampaikan oleh
Alhabib ALI BIN HASAN BILFAQIH YAMAN menyampaikan Ada benarnya juga karena cara shalat adalah cara kita menghadap kepada Allah, cara kita berinteraksi meminta dan memelas kepada Allah. Apabila caranya salah atau kurang tepat, tentu shalat kita kurang pahalanya. Untuk menghadap raja, presiden dan pejabat saja, ada tata cara dan aturannya. Itu wajib diketahui oleh siapa saja yang akan menghadap, baik itu aturan baju, aturan waktu sampai posisi dan gestur tubuh ketika menghadap. Apa jadinya kalau kita menghadap raja atau presiden tidak pakai tata cara yang benar? Tentu kita ditolak bahkan bisa jadi diusir.
"Mari kita menuntut ilmu dan belajar kembali tata cara shalat yang benar (sifat shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam). Terutama bagi mereka yang baru hijrah atau mereka yang ingin memperbaiki hidupnya. Hendaknya kita tidak mengandalkan ilmu tata cara shalat ketika di bangku sekolah umum saja, tapi tetap sempurnakanlah. Kita diperintahkan shalat dengan tata cara yang telah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat.” (HR. Bukhari).
Demikian juga cara memperbaiki shalat kita adalah dengan cara shalat tepat pada waktunya, tidak menunda-nunda karena urusan dunia yang sebenarnya bisa ditinggal sementara. Shalat tepat waktu adalah salah satu amalan yang paling Allah cintai karena menunjukkan prioritas utama kita kepada Allah. Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu , bahwa beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Amal apakah yang paling dicintai Allah ?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan sabdanya: “Shalat pada waktunya.” Ibnu Mas’ud bertanya lagi: “Kemudian apa?” Beliau ulangi dua kali, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan urutan: “Berbakti kepada orang tua, kemudian berjihad fi sabilillah.” (HR. Bukhari & Muslim)
"Mari kita menuntut ilmu dan belajar kembali tata cara shalat yang benar (sifat shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam). Terutama bagi mereka yang baru hijrah atau mereka yang ingin memperbaiki hidupnya. Hendaknya kita tidak mengandalkan ilmu tata cara shalat ketika di bangku sekolah umum saja, tapi tetap sempurnakanlah. Kita diperintahkan shalat dengan tata cara yang telah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat.” (HR. Bukhari).
Demikian juga cara memperbaiki shalat kita adalah dengan cara shalat tepat pada waktunya, tidak menunda-nunda karena urusan dunia yang sebenarnya bisa ditinggal sementara. Shalat tepat waktu adalah salah satu amalan yang paling Allah cintai karena menunjukkan prioritas utama kita kepada Allah. Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu , bahwa beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Amal apakah yang paling dicintai Allah ?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan sabdanya: “Shalat pada waktunya.” Ibnu Mas’ud bertanya lagi: “Kemudian apa?” Beliau ulangi dua kali, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan urutan: “Berbakti kepada orang tua, kemudian berjihad fi sabilillah.” (HR. Bukhari & Muslim)
" Apabila kita menunda-nunda shalat, maka amal serta kebaikan lain juga akan tertunda. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “Tatkala manusia terlambat 7 ku shalat dari menempati shaf pertama, kemudian (shalat berikutnya) terlambat lagi shaf kedua, kemudian shaf ketiga (apalagi sengaja terlambat/ketinggalan shalat berjamaah), maka Allah buat hatinya suka mengakhirkan semua amal shalih.” (Syarah Riyadhus Shalihin 5/111).
Shalat yang benar dan khusyu’ memiliki banyak keutamaan. Nabi Saw. bersabda, “Tidaklah seorang Muslim di mana tiba shalat fardhu, lalu ia memperbagus wudhu, khusyuk dan rukuk dari shalatnya, melainkan itu (shalatnya) menjadi kaffarah penghapus dosa yang sebelumnya, selama dosa besar tidak ia langgar. Dan itu berlangsung sepanjang masa.” [HR. Muslim]
✍ Allah berfirman, “Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (Al-Mu’minun/23:1-2).
Apabila shalat kita benar, khusyu’ dan tepat waktu, maka akan mencegah kita dari perbuatan dosa dan maksiat yang merugikan diri kita sendiri. Allah berfirman, dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah diri dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)."pungkasnya
Shalat yang benar dan khusyu’ memiliki banyak keutamaan. Nabi Saw. bersabda, “Tidaklah seorang Muslim di mana tiba shalat fardhu, lalu ia memperbagus wudhu, khusyuk dan rukuk dari shalatnya, melainkan itu (shalatnya) menjadi kaffarah penghapus dosa yang sebelumnya, selama dosa besar tidak ia langgar. Dan itu berlangsung sepanjang masa.” [HR. Muslim]
✍ Allah berfirman, “Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (Al-Mu’minun/23:1-2).
Apabila shalat kita benar, khusyu’ dan tepat waktu, maka akan mencegah kita dari perbuatan dosa dan maksiat yang merugikan diri kita sendiri. Allah berfirman, dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah diri dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)."pungkasnya
pimred.
Editor. Buang Arifin






0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home