Saturday, 15 June 2019

BANGUNAN PLENGSENGAN DESA CEMARA AMBROL



Situbondo, www.teropongtimur.co.id

Bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang didanai dari dana desa (DD) tahun anggaran 2018 tahap III yang terletak di dusun krajan desa cemara kecamatan suboh mengalami kerusakan yang cukup berat (ambrol). Adapun penyebab kerusakan yakni terindikasi kwalitas bangunan rapuh, sehingga tidak mampu menahan beban.

Salah satu warga yang enggan di sebut namanya, mengaku tidak tahu penyebab ambruknya bangunan tersebut. Kami hanya merasa heran dengan bangunan ini, padahal baru saja selesai dan dalam hitungan bulan saja, namun sudah terjadi rusak berat. Terangnya seorang warga tersebut kepada wartawan teropong timur sambil mengangkat jari telunjuknya mengarah ke plengsengan yang ambrol.
Senada disampaikan oleh Amir Mahmud, Ketua Lembaga Pemantau dan Pengawas Anggaran Negara (LPPAN), yang juga sempat melihat kondisi rusaknya plengsengan di desa cemara memberikan tanggapan terkait TPT / Plengsengan di desa cemara tersebut. Menurut dirinya ada dugaan bahwa kwalitas bangunan yang dinilai rapuh, pengerjaan pondasi atau galian dinilai kurang maksimal serta adanya dugaan lain semisal salah dalam perencanaan..?!! Terang pria asal Besuki tersebut. Dijelaskan lebih lanjut bahwa dirinya juga akan berkoordinasi dengan Camat Suboh dan pihak pendamping yang juga punya peran terhadap pelaksanaan pembangunan atau program pemerintah di desa cemara, dan berjanji akan mengirimkan surat ke BPK-RI, karena ini berkaitan dengan uang rakyat atau uang negara. "Kata Amir" dengan nada serius..!

Saat wartawan teropong timur mencoba menghubungi kades (kepala desa) cemara yang biasa di sapa Karsono melalui sambungan seluler ke nomor 085259516xxx tidak aktif, di SMS tidak ada respons. Didatangi beberapa kali di balai desa dan di rumahnya selalu tidak ada di tempat, seolah sengaja menghindar dan enggan dikonfirmasi wartawan. fit/