Tuesday, 12 March 2019

Diskusi Dinkes Kab. Jember Dengan USAID



TEROPONG Jbr – USAID ((United States Agency International Development)  adalah salah satu lembaga dunia (internasional) yang akan mendanai program untuk menekan angka kematian ibu dan anak. Usaid sebagai donatur tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa adanya sinergi dengan program milik Pemerintah Daerah.

Untuk itulah antara USAID (United States Agency International Development) dengan Forum Group Discussion (FGD) Pemerintah Kabupaten Jember memfokuskan diskusi pada Program Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKIB) yang diselenggarakan di Hotel Bintang Mulia Jember Selasa 12/03/2019

Dalam diskusi tersebut diketahui bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Jember selama tahun 2018 berhasil diturunkan menjadi 41 kasus AKI dari yang sebelumnya pada 2017 sebanyak 49 kasus AKI. Penyebab AKIB sangat banyak dijelaskan dalam diskusi tersebut, seperti kasus pendarahan, esklamasi, infeksi dan jantung. Selain itu, ikhtiar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan AKIB melalui promosi kesehatan juga menjadi faktor penentu keberhasilan program ini

Menurut Kadinkes Jember, dr. Siti Nurul Qomariyah saat ditemui awak media mengatakan bahwa AKIB ada penurunan 20 persen dari 2017 ke 2018, meski demikian Jember masih menduduki angka tertingi di Jawa Timur terkait pencatatan AKIB nya.

Lebih jauh Kadinkes Jember, dr. Siti Nurul Qomariyah  menjelaskan bahwa penyebab kematian ibu dan bayi tertinggi adalah pendarahan, namun ada faktor lain yang bisa menjadi pemicunya, seperti keberadaan suami, ketika pihak bidan sudah melakukan pengawasan ibu hamil, tapi saat proses persalinan ternyata suaminya tidak sigap, kadang ada juga suami istri sudah baik, tapi ada campur tangan orang tua atau nenek dari bayi, jadi semua lini juga perlu ada pemahaman sinergitas. (*)



Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home