Monday, 18 March 2019

Bupati Jember Peduli Lansia, Luncurkan Tim Pengirim Makanan





TEROPONG Jbr – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR kembali luncurkan Tim petugas pengirim makanan bagi Lansia dan untuk melayani golongan masyarakat yang tidak berdaya Senin, 18 Maret 2019, di Pendapa Wahyawibawagraha.

Petugas yang diluncurkan Bupati kali ini dengan memberi makan kepada lansia miskin. Petugas ini akan megirimkan Asupan makanan itu diberikan tiga kali sehari. “Bapak ibu mempunyai kesempatan secara langsung melayani masyarakat miskin, lansia, dan yang menjadi perhatian utama pemerintah,” ujar Bupati kepada 15 petugas pengirim.

Dengan kerja nyata para petugas pengirim makanan ini, Bupati sangat berharap tidak ada lansia yang kelaparan di Bumi Pandhalungan ini. 100 penerima paket makanan ini semuanya tercantum dalam SK Bupati.
“Keberadaan pejabat tujuannya untuk melayani nmasyarakat. Saya tidak ingin pejabat menjadi tumpul hatinya, hanya sibuk dengan administrasi rutin, rapat koordinasi,” tuturnya.

Kepada para petugas pengantar makanan, bupati menegaskan tugas itu adalah tugas mulia. “Tugas ini sejatinya tugas kemanusiaan,” tegasnya. Mengantar makanan ini bukan sekedar tugas administratif maupun sekedar tugas kurir.

Lebih jauh Bupati menjelaskan bahwa kondisi masyarakat  menurut data hasil verifikasi yang dilakukan mahasiswa menunjukkan masih banyak warga yang belum mendapatkan bantuan beras. Masyarakat pun mengeluhkan adanya rawan pangan. “Sebagian dari mereka ternyata ada lansia yang sudah tidak mampu mandiri. Apalagi memasak, sehingga beras rastra digantikan dalam bentuk makanan katering siap saji,” jelasnya.

Penerima bantuan katering adalah mereka yang telah berusia di atas 60 tahun, hidup miskin, sebatang kara, tidak ada keluarga yang membantunya, atau mendapatkan bantuan makanan dari tetangga yang tidak pasti.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember Isnaini Dwi Susanti, SH,. menambahkan, bantuan katering makanan ini diberikan langsung kepada lansia di rumahnya. Sedangkan petugas dari Dinas Sosial melakukan pemantauan dan pengawasan. “Masih akan diverifikasi lanjutan dari datanya lansia yang benar benar layak menerima bantuan katering makanan ini,” katanya.

Lebi jauh Ka. Dinsos mengatakan “Jika ada lansia yang punya keluarga tetapi keluarganya tidak peduli dan tidak merawat lansia tersebut, Dinsos akan tetap memberikan bantuan katering makanan terus. Bantuan ini diharapkan dapat menggugah kesadaran keluarganya” tandasnya. (*)



Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home