Monday, 7 September 2020

Gus Riza Adalah Gus Munib Yang Lebih Muda




Banyuwangi,www.teropongtimur.co.id.

Ada banyak pertanyaan dari masyarakat mengenai mundurnya Gus Munib dan majunya Gus Riza. Ada apa dibalik semua itu? Kami jawab, tidak ada apa-apa. Gus Munib ingin lebih fokus mengurusi para santri di Blokagung. Itu saja. Bukankah itu tujuan mulia? Kita hormati keputusan beliau. Sebagai gantinya, hadirlah Gus Riza.

Bisa jadi, masih ada yang keberatan dengan keputusan tersebut. Namun apa boleh dikata, genderang perang sudah dibunyikan. Dan penyesalan tidak pernah memperbaiki keadaan.

Tapi rasanya, Gus Riza adalah Gus Munib, hanya saja dengan rasa yang lebih muda. Apa yang dimiliki Gus Munib semua sudah terwakilkan dalam diri Gus Riza. Jadi begini;

1. Keduanya sama-sama orang pesantren dan memiliki riwayat belajar di Timur Tengah (GUS RIZA di Yordania & GUS MUNIB di Yaman). Keduanya juga sama-sama berdarah Blokagung. Bedanya, GUS MUNIB adalah putra KH. MUKHTAR SYAFA'AT. Sedangkan GUS RIZA adalah keponakan dari GUS MUNIB (Putra KH. A. HISYAM SYAFA'AT bin KH. MUKHTAR SYAFA'AT)

Tentu melihat poin ini, sosok relijius yang selama ini kita dambakan dari GUS MUNIB sangat bisa digantikan oleh GUS RIZA. Mengingat Blokagung adalah lembaga pendidikan agama terbesar di Banyuwangi.

2. Keduanya pernah aktif di lembaga NU. Bedanya, GUS MUNIB menjadi pengurus di tingkat Kabupaten (GUS MUNIB adalah mantan ketua RMI-NU Banyuwangi), sedangkan GUS RIZA menjadi pengurus mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, bahkan pusat.

"Nah. Kalau melihat track record poin kedua ini, justru pengalaman GUS RIZA lebih beragam dan beliau lebih pandai dalam melakukan lobi-lobi ke pengurus pusat.

3. Keduanya enggan berhenti belajar tanpa memandang usia. Sampai detik ini, GUS MUNIB tercatat sebagai mahasiswa program doktoral jurusan Ekonomi Pembangunan di Universitas Jember. Dan GUS RIZA juga sama, hanya saja S-3 beliau si Universitas Trisakti.

Jikalau melihat titik perbedaannya, mungkin hanya perihal; GUS MUNIB pernah di DPRD Banyuwangi, sedang GUS RIZA belum. Tapi hal itu bukan masalah, mengingat Mas YUSUF WIDYATMOKO pernah melahap itu semua. Beliau pernah di DPRD Banyuwangi (legistlatif) dan bahkan beliau wakil bupati Banyuwangi (eksekutif).


Jadi tidak perlu khawatir, adanya pasangan guna untuk saling melengkapi kekurangan, kan?

Sampai disini paham ya. Sudah bisa memilih pasangan yang benar kan, kawan-kawan?

 Editing: Buang Arifin

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home