Tuesday, 4 August 2020

Pembangunan Madrasah Menggunakan Anggaran DD, TPK Desa Pocangan Mengaku Tidak Tahu

JEMBER – teropongtimur.co.id – Pengelolaan Dana Desa (DD) mesti menjadi perhatian serius. Transpransi, akuntabilitas dan efektifitasnya masih harus terus ditingkatkan oleh Pemerintahan Desa. Apalagi Aparatur dan Organisasi Perangkat kerja Pemerintah Desa sudah memiliki tupoksi sesuai aturan yang ditetapkan oleh Kementrian Desa, termasuk dalam mengelola anggaran.

Di Desa Pocangan, Kecamatan Sukownono, Kabupaten Jember, masyarakat setempat mengadukan proyek pembangunan madrasah itu ke media Teropong. Pembangunan Madrasah tersebut diketahui menggunakan Dana Desa (DD) dengan total nilai sebesar Rp. 325 juta. Namun, anehnya pada saat pengerjaan proyek di desa tanpa di ketahui Tim Pelaksana Kegiatan (TPK). Bahkan, Kepala Desa setempat, diduga mengabaikan peran dan tupoksi TPK.

Padahal jelas, tugas TPK dalam melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa di Desa memiliki tugas melaksanakan Swakelola, mengawasi Swakelola, menggumumkan tender untuk Pengadaan melalui Penyedia, memilih dan menetapkan Penyedia, mengawasi pelaksanaan pekerjaan oleh Penyedia, memeriksa dan melaporkan pengerjaan Pengadaan kepada Kasi/Kaur, dan mengumumkan hasil kegiatan dari pengadaan melalui Swakelola dan hasil kegiatan dari Pengadaan melalui Penyedia.

Perihal tersebut, diungkap oleh Ketua TPK Desa Pocangan, H. Sarbini, ketika di datangi wartawan di kantor Desa, Senin(3/8/2020). Dirinya, mengaku bahwa didalam pelaksanaan proyek pembangunan gedung madrasah yang di kerjakan tanpa sepengetahuan pihaknya dan masalah ini sangat di sayangkan.

Menurutnya, TPK memiliki fungsi dan peranan yang jelas dalam setiap proses kegiatan di desa sebagai tim yang ditetapkan oleh Kepala Desa sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang terdiri dari unsur Pemerintah Desa dan unsur lembaga kemasyarakatan desa untuk melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa.

“Jadi, terkait proses dan segala urusan yang dilakukan Pemdes dalam hal pengerjaan proyek pembangunan gedung madrasah itu, seharusnya mengikuti mekanisme aturan yang telah di tentukan,” sesalnya.

Sampai berita ini dilansir, belum ada konfirmasi dari Kepala Desa Pocangan Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember, Samsul Muarif.

Berdasarkan hasil tim investigasi LSM dan wartawan Teropong (Selamet) , proyek pembangunan gedung MD Nurul Yakin yang di berlokasi di RT/RW. 09/03 dengan panjang 17 meter dan lebar 7 meter dengan total biaya sebesar Rp. 325.512.311 juta dari anggaran (DD) tahun 2020. Saat ini pengerjaan belum selesai. Bahkan, diduga dalam pelaksanaan pekerjaannya tidak sesuai dengan spek dan RAB yang ada. (Slamet/Herman)

Labels:

Saturday, 13 April 2019

JEMPUT PACAR PULANG KERJA PEMUDA ASAL AMBULU TEWAS KECELAKAAN



Jember,www.teroping timur.co.id.


Jalan raya Gumukmas Sabtu,(13/4/2019) sekitar pukul 17.00 di kejutkan dengan kejadian tragis na'as menimpa seorang pemuda PROLIK AGUS KURNIAWAN (23) asal Jalan Kota Blater Karang tenplek Kecamatan Ambulu Jember,  yang sedang mengendarai sepeda motor Honda Vario bernopol P 6059 KD dengan posisi bersimbah darah keluar dari telinga dan hidung, dan telungkup di tengah Jalan Raya penghubung antara Jember dan Lumajang tepat di depan makam China Gumukmas.

Nasib Naas di alami pemuda paruh baya asal Kecamatan Ambulu, dirinya harus meregang nyawa dengan kondisi mengenaskan dengan kepala robek dan di sinyalir pecah, dalam keadaan meninggal 

Menurut Keterangan salah satu Warga di lokasi kejadian, kecelakaan tragis tersebut dengan dugaan tabrak lari, aneh nya tidak ada satupun mobil dan kendaraan lain yang lewat

Atas kejadian tersebut Pihak Kapolsek Gumukmas lansung membawa Korban ke Ruang zenajah Puskesmas Kencong dalam keadaan memperhatin kan dengan luka parah di bagian Kepala

Pihak Puskesmas Kencong melalui Perawat, DEDI S BUD

Dari Informasi yang dapat tergali di Puskesmas Kencong, Korban sedan akan menjemput calon istrinya yang bekerja di salah satu Pusat perbelanjaan Larisco,

Tunangan korban yang melihat pacarnya terbujur tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan akhirnya histeris dan sempat teriak terak memanggil tunangan nya, hingga kini pihak keluarga korban masih belum datang ke puskesmas kencong.(Emma wasta)

Labels: