Padepokan Haqiqotul Insan Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW
SITUBONDO, - www.teropongtimur.co.id
Padepokan Haqiqotul Insan, menggelar acara Maulid Nabi di dusun Cotek, desa Klampokan, kecamatan Panji, kabupaten Situbondo. Jum'at, (28/10/22) kemarin malam.
Kegiatan tersebut dilangsungkan di halaman padepokan Haqiqotul Insan yang dimulai pukul 20:00 s/d 22:30 WIB.
Nampak hadir Bupati Situbondo (Drs. H. Karna Suswandi, M.M.), Guru Besar Haqiqotul Insan (KH. Ismail dari pulau Madura), Kades Klampokan (Adi Arso), tokoh masyarakat, dan ribuan santri berserta keluarganya.
Adi Arso, selaku Kades Klampokan dalam pidatonya turut menyampaikan banyak terimakasih kepada semua masyarakat yang mendukung serta hadir dalam acara tersebut.
"Selain mengharap syafaat Kanjeng Nabi, saya meminta kepada semua masyarakat agar ikut mendoakan padepokan Haqiqotul Insan semoga barokah dan bermanfaat," tutur Kades energik yang akan menjabat dua periode di desa Klampokan itu.
Ditempat yang sama, Bupati Situbondo Drs. H. Karna Suswandi, M.M. dalam sambutannya mengungkapkan bahwasanya sangat berterimakasih kepada Kades Klampokan (Adi Arso). Bahkan dirinya berharap, kalau bisa di setiap RT untuk di adakan acara Maulid Nabi.
Menurut bung Karna, sapaan akrab Bupati Situbondo ini menyampaikan bahwa kalau ada Inisiatif masyarakat, malah Alhamdulillah.
"Bahkan sekarang dikembangkan ada 3 hal yakni "IKI" (Inisiatif, Kolaboratif, dan Inovatif) yang akan datang dari sekolah TK mau masuk SD, sampai SMA atau SMK diwajibkan baca tulis Al-Qur'an. Ini untuk mendidik supaya berakhlakulkarimah," terang bung Karna.
Sementara, KH. Isma’il sang "Tembang Pamungkas" atau yang biasa dikenal dengan sebutan sebagai "Macan Madura" menyampaikan dalam ceramahnya agar ada peningkatan dalam sholawat.
"Bersholawatlah kepada Nur Muhammad SAW, sebagai panutan kita, sebagai asal-usul kejadian kita," jelasnya.
Menurut pantauan awak media, padepokan Haqiqotul Insan berdiri tahun 2018 hingga sekarang. Padepokan tersebut diketahui diasuh oleh Almukarrom KH. Isma'il sebagai penyambung lidah ustadz Mulyadi yang sekaligus sebagai pemilik lokasi padepokan.
Pewarta: Fajar


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home