Meriyahkan Acara Maulid Nabi, Warga Dusun Rampan Desa Cantuk Antusias Pawai Ta'aruf Keliling Kampung Arak Kembang Endog
Banyuwangi,www.teropongtimur.co.id.
12 Rabiul Awal merupakan tanggal kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad SAW, tradisi untuk memperingati hari tersebut biasa dikatakan Maulid Nabi atau lebih singkatnya Muludan yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal 1444 H. Hal tersebut sangatlah berarti bagi seluruh umat muslim secara keseluruhan, yang mana banyak
sekali kisah dan kasih sayang yang beliau contohkan, sehingga sudah seharusnya beliau dijadikan suri tauladan yang paling utama dari kehidupan umat muslim ditanah air,
Seperti yang dilakukan oleh semua jajaran pengurus takmir dan Remaja Masjid Baiturrahman bersama warga masyarakan Dusun Rampan Desa Cantuk - Singojuruh melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yanh berketepatan dengan hari lahirnya Gusti Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW
Kegiatan yang dihadiri seluruh tomas dan toga serta antusias masyarakat yang berbondong bondong memadati aula dan halaman masjid Baiturrahman.
Acara diawali dengan pembukaan sekaligus penyampaian tausiah oleh Ketua takmir Masjid Baiturrohman, * Ustad H. Halim Nur dilanjut pembacaan kitab berjanji sekaligus asrokolan
Disampaikan Ketua Takmir Masjid Baiturrohman Dusun Rampan, Ustad H. Halim Nur. Mengucapkan terimakasih kepada semua warga masyarakat Dusun Rampan, wabil khususnya kepada panitia dan jajaran yang telah menyelenggarakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW disetiap tahunnya. "Alhamdulillah dengan semangat dan kompaknya bisa berjalan dengan lancar, dan tak luput pula kegiatan ini dengan membangun dan mempererat hubungan silaturrahmi agar bisa saling menjaga dan memenghargai antar sesama. Mudah mudahan atas terselenggaranya kegiatan maulid ini membawa berkah dan barokah , semoga ditahun akan datang bisa lebih semarak lagi, "ungkap Ustad H. Halim
"Tradisi endog endogan ini merupakan acara diadakan untuk mengarak bunga telur ( kembang endog ) yang dilakukan oleh warga masyarakat yang menunjukkan kecintaan terhadap Gusti Kanjeng Mabi Besar Muhammad SAW dan sebagai pertanda budaya gotong royong antar masyarakat, "pungkas Ustad H. Halim Nur
Hal yang sama juga disampaikan Kepala Dusun Rampan, Abdul Kohar, sangat mengapresiasi dengan semangat warga masyarakat Dusun Rampan dalam memperingati hari lahirnya Gusti Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW, dan ungkap terima kasih disampaikan kepada jajaran takmir masjid, khususnya kepada remas dan Panitia Maulid Nabi beserta jajaran. Berharap kepada semua elemen masyarakat bisa saling membantu dan mengisi, kolaborasi serta sinergi, dan mari kita tingkatkan persatuan dan kesatuan agar Desa kita, khususnya di Dusun Rampan menjadi hubungan yang harmonis, kompak, aman dan kondusif, "harap Kepala Dusun
Serangkaian dengan kegiatan hari ini pada Sabtu 8 Oktober 2022 bertujuan untuk mengingatkan semua warga muslim khususnya yang ada diwilayah Dusun Rampan untuk senantiasa selalu mengingat dan mengidolakan hari khususnya Baginda Rasululloh SAW dengan selalu melaksanakan perayaan maulid yang marak di selenggarakan dalam Bulan Rabiul Awal selalu menjadi momentum yang sangat penting bagi umat muslim untuk mensyukuri kelahiran Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW seiring firman Allah dalam surat Al-Quaan
Pantauan awak media teropong timur news, persiapan dari semua peralatan mulai dari puluhan batang pohon pisang yang dihiasi dengan kertas warna warni, dan pada bagian batang pohon tertancap bilah bambu yang telah diraut dengan panjang 30 cm yang sudah dihias sedemikian rupa, pada bagian ujungnya terdapat hiasan berbentuk bunga yang lengkap dengan rumbai rumbai kertas hias yang semakin menambah semarak.
Hiasan bilah bambu yang ditancapkan mengelilingi bagian batang pohon pisang, dimasing masing dari bilah bambu terdapat sebutir telur rebus yang diikatkan pada bilah bambu, ada juga telur rebus yang ditempatkan didalam kantong plastik kemudian diikatkan di bilah bambu yang telah dihias, ada juga wadah telur yang dibuat dengan khusus agar lebih indah dan serasi. "Itu merupakan bagian dari Peringatan hari Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Selain untuk memperingati hari lahirnya Gusti
Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW,
Panitia pelaksana kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, (Misropik), mengaku, pelaksanaan kegiatan ini juga membutuhkan waktu beberapa hari untuk mempersiapkan mulai dari swadaya masyarakat dan membutuhkan pemikiran untuk mempersiapkan kebutuhan yang lain. Alhamdulilah berkat suport dan dukungan semangatnya warga masyarakat bisa berjalan lancar, dan semoga ditahun yang akan datang bisa bertambah meriah lagi, "ucapnya
Tradisi yang unik untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Bulan Rabiul Awal yang setiap tahunnya diadakan ini dikenal dengan tradisi muludan endog-endogan oleh masyarakat Dusun Rampan dan sekitarnya, yang sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu yang merupakan salah satu budaya masyarakat Banyuwangi. Dikatakan para sesepuh kuno, telur ayam yang terdiri dari tiga lapisan yaitu kulit telur, putih telur dan kuning telur. Kulit telur diibaratkan sebagai keislaman seseorang atau identitas muslim. putih telur adalah sebagai keimanan seorang muslim yang suci, dan kuning telur ibarat sebagai keihsanan seorang muslim yang iman. Namun perlu diketahui, semua ini juga mengandung filosopi yang mendalam bagi umat muslim
Dirilis# media teropongtimurnews
Editor pusat: Buang Arifin









0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home