Tuesday, 13 September 2022

Aktivis Sepuh Juga Sebagai Ketua FSB Angkat Bicara. Warga Mengeluh Tidak Ada Akses Alternatif


Banyuwangi,www.teropongtimur.co.id.


Jalan penghubung yang berada diwilayah Dusun Kelampokan menuju Desa Cantuk dan Desa Bedewang yang menjadi akses utama warga masyarakat, kini menjadi target utama pemerintah Dinas Pekerja'an Umum Cipta Karya Perumahan dan pemukiman Kabupaten Banyuwangi, saat ini di keluhkan warga sekitaran jembatan dan pengguna jalan akibat tidak adanya akses alternatif

Jembatan tersebut diketahui sejak hari Selasa 06 September 2022 sudah dilakukan evakuasi pembongkaran, oleh karena mengalami kerusakan / jebol. Namun pembongkaran tersebut membuat warga setempat banyak yang mengeluh jika tidak dibuatkan lagi akses alternatif / jalan darurat, khususnya warga yang biasa tiap pagi pergi kesawah. dan yang lebih penting lagi warga yang tiap pagi dan sore menghantarkan anak - anaknya berangkat ke sekolah dan belajar mengaji. 


Menurut warga sekitar, setidaknya pemerintah Dinas terkait memberikan akses alternatif yang sehingga bisa dilewati anak-anak yang sedang melakukan belajar sekolah dan mengaji dan untuk pengguna sepeda roda dua ataupun pejalan kaki yang biasa setiap harinya melintas

Ketua Forum Singojuruh Bersatu (FSB) M. Vahid Faiq angkat bicara. Ketika ada pembangunan jembatan penghubung dijalan Desa Cantuk menuju Padang sangat apresiasi, tapi ada hal yang perlu saya kritisi dengan tajam, seharusnya pembangunan jembatan itu sebelum di mulai pembongkaran pihak pelaksana juga tidak boleh mengindahkan kepentingan umum agar warga sekitar dan anak-anak kita yang sekolah diwilayah Desa Padang dan sebaliknya bisa tetap beraktivitas seperti biasa, ketika ada jembatan
darurat sebagai alternatif untuk tetap warga dan anak - anak siswa siswi bisa melakukan aktivitas tetap berjalan lancar. "kata Faiq

Jadi saya sangat berharap (kata Faiq)  kepada pelaksana proyek jembatan tersebut untuk secepatnya membuat jembatan darurat, saya melihat langsung ketika anak - anak yang mau menuju tempat sekolahnya sampai naik turun ke sungai dengan mencopt sepatunya, tentunya hal ini akan menghambat kegiatan warga sekitar jika tidak ada jembatan darurat, karna pekerjaan jembatan itu tentunya memakan waktu berbulan bulan.

Disampaikan Faiq, jika dalam waktu cepat ini perminta'an kami sebagai masyarakan yang kebetulan sebagai Ketua FSB akan mendatangi Kantor Bupati Banyuwang untuk menemui Ibu Bupati Banyuwangi, "sampainya Faiq

Kepada Ibu Bupati Banyuwangi, kami kluarga besar Forum Singonuruh Bersatu ( FSB) meminta untuk memanggil pelaksana proyek tersebut untuk secepatnya membuat jembatan darurat sebagai akses alternatif walaupun hanya kendaraan rodi dua yang bisa lewat, saya M.Vahid F,  sebagai ketua FSB akan turun di lapangan proyek untuk memantau langsung


Pewarta:Yono
Editor:Buang Arifin

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home