Tuesday, 5 July 2022

Orasi Yang Dikemas Doa Bersama: Aksi Penutupan Jalan Untuk Dum Truck Melebihi Tonase Terus Dilakukan Oleh Masyarakat Desa Cantuk. Inilah Alasanya


Banyuwangi,www.teropongtimur.co.id

setelah dilakukan musyawarah oleh kepala Desa Cantuk, H. Masbudi pada Sabtu malam, 2 juli 2022 di Aula Pendopo Kantor Balai Desa Cantuk bersama dihadiri masyarakat dan sejumlah tokoh masyarakat, Kepala Dusun, RT RW, BPD beserta jajaran terkait kerusakan jalan yang semakin parah akibat Hilir mudik duum truck yang setiap hari muat tambang galian pasir yang melebihi tonase membuat warga masyarakat Desa Cantuk geram, sehinga dilakukan penutupan akses jalan bagi kendaraan duum truck yang bermuatan melebihi tonase melarang untuk lewat

Dalam sambutanya Kades Cantuk menyampaikan adanya tambang galian pasir dan muatan dum truck sangat kecewa adanya jalan desa rusak yang setiap harinya dilewati dum truck yang muatannya melebihi tonsse


Hasil musyawarah, masyarakat dan sejumlah tokoh masyarakat, semua staf Desa sepakat melakukan orasi lantaran tidak adanya kepedulian dari pihak pemilik tambang pasir yang membiarkan dum truck dengan muatan melebihi tonase yang tiap hari melintas di jalan Desa Cantuk, jalan yang selama ini menjadi akses utama warga masyarakat mengalami rusak parah

Pemberian peringatan terhadap pihak penambang dan sopir dum truck ini sudah dilakukan yang sekian kalinya oleh pemerintahan Desa Cantuk, namun dari pihak penambang sendiri tidak memperhatikan, bahkan pemilik tambangpun pernah diundang hadirkan dalam sosialisasi dikantor Desa, tetapi tidak ada yang hadir


Dalam orasi yang dikemas dengan doa bersama, yang dihadiri pihak Kepolisian, Kecamata dan Satpol-PP,  Kades Cantuk menyampaikan bermaksud orasi dan doa bersama ini bukan demo, melainkan Kades H. Masbudi menata adanya muatan dum truck yang tidak berukuran, sehingga kerusakan jalan tidak ada yang memperhatikan. Dan Kades H. Masbudi tidak melarang dum truck lewat, namun bagi dum truck yang bak-nya  di modipikasi ditegasi untuk dilarang lewat atau dikurangi muatan-nya, dan pelaksanaan ini tidak serta merta dilakukan oleh masyarakat, setidaknya Kades H. Masbudi memberikan tembusan ke Bupati, Dishub, Pemda, Dinas PU dan DPRD, sehingga pelaksanaan penertiban muatan melebihi tonase dilakukan dengan tertib dan kondusif 

Diketahui publik, kerusakan jalan yang paling terparah dirasakan oleh warga masyarakat berada persis di timur perbatasan Desa Bedewang masuk jalan Desa Cantuk hingga masuk Jalan menuju Singojuruh

Parahnya lagi. Dum truck pengangkut tambang galian pasir kadang tidak di tutupi terpal rentan berbahaya terhadap pengguna jalan, belum lagi yang muatanya melebihi kapasitas bak dum truck yang mengakibatkan kerusakan jalan. Sedangkan jalan masuk Desa Cantuk baru diperbaiki dengan cor beton oleh Kepala Desa H. Masbudi, belum lama masyaralat menikmati fasilitas jalan, setelah dilewati dum truck pengangkut pasir rusak lagi, padahal jalan Desa Cantuk ini merupakan jalan kelas III dengan beban maksimal 7-8 ton, sedangkan dum truck pengangkut pasir yang sering melintas hilir mudik mayoritas melebihi standart. Masyarakat berharap kepadaa pihak terkait intuk segera melakukan penertiban angkutan dum truck tambang pasir agar kerusakan jalan tidak bertambah parah


Pewarta: Yono
Editor: Buang Arifin

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home