Saturday, 11 June 2022

*Dampak Wabah PMK Membuat Pedagan Pasar Hewan Ternak Sapi Di Banyuwangi Kelabakan*



Banyuwangi,www.teropongtimur.co.id

Trending topik pemberitaan di media hampir mendominasi persoalan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak. Tak jauh beda situasinya ketika virus Corona (Covid-19) sedang ganas-ganasnya menyerang masyarakat beberapa waktu lalu berikut dampaknya yang luar biasa.

Kali ini dampak mencuatnya kabar wabah Penyakit Mulut dan Kuku sangat dirasakan oleh masyarakat pemilik hewan ternak sapi, dan sangat kawatir yang mana berbulan-bulan dipeliharanya dengan susah payah terpapar PMK. Wabah ini juga sangat dirasakan oleh para pedagang dipasar, dengan ketersediaan hewan ternak ( penjual ) membludak, sementara konsumen atau daya minat beli masyarakat berkurang

Kondisi yang seperti itu sebagaimana dirasakan oleh salah satu pedagang Sapi (  H. FAUJI ) warga Desa Cantuk Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi yang notabene pemilik Rumah Makan Seblang terkenal itu. Kepada awak media saat dikonfirmasi Jumat 10/6/2022 menyampaikan. "Ramainya kabar wabah PMK ini sangat berdampak mas, sekarang ini lebih banyak penjualnya dari pada pembelinya, bahkan nyaris tidak ada akibat pengaruh kabar kasus PMK, kalaupun ada yang laku terjual dengan harga murah, dan itupun melalui proses tawar menawar yang cukup lama untuk bisa menuaikan bembeli mas, "ungkapnya

"Lebih lanjut kata H. FAUJI saat-saat jelang Hari Raya Idul Adha adalah bisa dibilang masa panen para pedagang hewan ternak, karena memenuhi kebutuhan konsumen yang punya hajat berkurban. Namun setelah ramainya kasus PMK ini kata H. FSUJI, mungkin banyak yang ketakutan karena sepinya pembeli, kalaupun ada yang laku, diperkirakan rata-rata akan mengalami kerugian senilai 3 jutaan per ekor.

“Semoga saja Pemerintah diberi kemudahan dan jalan keluar oleh Allah Swt sehingga segera bisa mengatasi wabah PMK ini agar tidak berkepanjangan mas. Untuk sementara ini kami stop dulu kulakan Sapi menunggu kondisi normal. Biar kami jualan yang ada saja ini dulu ditlateni siapa tahu ada hasilnya meskipun tidak seperti biasanya kami sukuri saja mas”, pungkas H. AUJI. 


Sumber: r35

Editor: Buang Arifin

Pewarta:Yono

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home