*Pemuda Asal Dusun Rampan Desa Cantuk Merintis Usaha Pupuk Organik Cair Dan Pupuk Organik Dari Limbah Rumah Tangga Digemari Para Petani*
Hariyanto, bersama dari empat temannya diantaranya, mas Dopan Wijayanto., Umam Wibowo., Khusnul Khotimah dan Ayu Fitriyani telah sokses mempermentasi limbah dari rumah tangga hingga menjadi pupuk organik cair dan pupuk Organik
Awal dari kepercayaan dan inisiaf seorang 5 pelajar optimis dengan adanya inovasi dengan mengelola hasil dari limbah rumah tangga menjadi pupuk cair yang bisa menunjang para petani dengan adanya pesatnya pertumbuhan. "Menurut Hariyanto seorang pengelola limbah rumah tangga mengatakan. Bertani salah satu aktivitas paling popular dikalangan masyarakat khususnya masyarakat Banyuwangi sendiri, dengan bervariasinya pengembangan dan pengelolaan pertanian yang sangat luar biasa, ditunjang dengan teknologi modern, menjadikan sektor ini semakin banyak digeluti
oleh banyak orang. "Bersamaan dengan itu, juga tidak lupa dengan
penggunaan bahan-bahan kimia yang digunakan dalam mendukung pengelolaan para petani berharap agar hasil pertanian meningkat, banyak
ragam dan macam pupuk kimia yang dipasarkan dinegeri ini khususnya diwilayah Kabupaten Banyuwangi, hanya saja ketidaktahuan para petani dalam
mengggunakan pupuk kimia khususnya takaran dan campuran dalam pemupukan, sehingga lambat laun malah merusak keadaan tanah dan berpengaruh pada hasil panen, terlebih pula penggunaan insektisida yang rata-rata penggunaannya berlebih yang menyebabkan naiknya kekebalan
serangga target itu sendiri. "Jelas Hariyanto
Terciptalah dari hasil inovasi kami pupuk kombinasi tani yakni Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Organik Padat (POP) yang kami beri label *POKOK MANTEP R1*.
Dalam upaya untuk peningkatan unsur hara dalam tanah perlu penggunaan pupuk yang berbahan dasar alami yang mudah meresap dan mudah terurai dalam tanah, sehingga unsur dalam tanah lebih cepat terbentuk. Pupuk organik “POKOK MANTEP R1” ini sudah digunakan oleh kami para pemuda
dari Dusun Rampan Desa Cantuk selama hampir 2,5 Tahun dengan hasil yang memuaskan, "kata Hariyanto
"Selanjutnya di katakan, beberapa kelebihan utama penggunaan pupuk organik ini adalah mampu menekan biaya pertanian dan mampu beradaptasi dengan segala jenis tanah (sesuai takaran dan prosedur). Sumber bahan baku POC dan POP ini juga tergolong murah, mudah dan alami. Salah satu bahan dalam pupuk ini yakni Nasi dan air leri, kita tahu
bahwa nasi basi dan air leri dalam masyarakat tidak ada nilai ekonomi yang kebanyakan orang lebih memilih membuangnya, padahal disisi lain banyak
manfaat yang terpendam didalam, kedua bahan tersebut jika sudah
difermentasikan maka akan menghasilakan banyak manfaat bagi pelaku pertanian diantaranya sebagai EM4, campuran pupuk organik, pestisida alami dan insektisida, dengan mengkombinasikan bahan-bahan tertentu yang pastinya alami dan ekonomis. "Penggunaan pupuk ini tidak memiliki efek samping dan sangat baik untuk keberlanjutan yang sangat ramah lingkungan. "Jelentreh Hariyanto kepada wartawan teropong ( Suyono)
Diceritakan Hariyanto omset daripada hasil, Pupuk organik hasil inovasi kami bersama teman-teman sudah terlaksana sejak Januari 2020 dengan modal awal kurang lebih Rp. 150.000, jangkauan pemasaran, hanya berkisaran diwilayah lokal Desa Cantuk dan sekitarnya, dengan omset rata-rata bulanan kurang lebih Rp. 6.900.000, kecilnya
omset dikarenakan niat awal kita membuat pupuk organic ini hanya
untuk pemakaian pribadi, karena semakin banyaknya petani yang
berminat dengan inovasi kami maka kami iseng menjual sedikit pupuk organik ini dan sekaligus melakukan pendampingan guna
penyempurnaan dalam kombinasi dan takaran pupuk.
Berbahan dasar limbah rumah tangga tanpa bahan tambahan kimia lain, jadi dipastikan 100% aman dan ramah lingkungan, diproses menggunakan metode fertilizer alami sehingga kualitas pupuk sangat baik. Produk ini memiliki keunggulan diantaranya yakni menekan biaya pertanian, mudah dalam pengaplikasian, ramah lingkungan, dll. "Hasil pertanian yang sudah dipraktekan yakni beras organik yang telah ditinjau langsung oleh PPL/BPP Kecamatan Singojuruh, hanya saja kami terkendala dalam pembuatan ijin sertifikat organic. "Diceritakan Hariyanto
Promotion. "Kata Hariyanto, hingga saat ini kami sudah mempromosikan hasil produk
kami menggunakan medsos seperti media cetak & online teropong timur news, facebook, whatsapp,
Ditempat yang sama Hariyanto juga menceritakan dengan rincian bahan dan biaya yang dibutuhkan, sebagai berikut: *POC (PUPUK ORGANIK CAIR) *5 liter POC
No Bahan Qty Harga Total:
1 Gula Merah 250 gr Rp 4.000 Rp 4.000., Air Leri 3 ltr Rp 2.500 Rp 7.500* EM 4 (buatan sendiri) 1 ltr Rp 15.000 Rp 15.000., Sawo busuk 0,5 kg Rp 10.000 Rp 5.000., Air Lemuru 1 liter Rp 5.000 Rp 5.000
Total Rp 36.500
*POP (PUPUK ORGANIK PADAT) *5 kg POP No Bahan Qty Harga Total
1 Kotoran Kambing 1 sak Rp 5.000 Rp 5.000., Kapur Gamping 5 kg Rp 1.000 Rp 5.000., Em 4 (buatan sendiri) 1 liter Rp 15.000 Rp 15.000., Garam halus 1 pack Rp 2.000 Rp 2.000., Gula Merah 250 gr Rp 4.000 Rp 4.000: Total Rp 31.000
Rencana Anggaraan yang di asumsikan guna pemenuhan dan penunjang produk baik didalam produksi maupun dalam pemasaran produk sehingga memenuhi nilai target yang diharapkan dan pula pemenuhan kepuasan pelanggan dalam pelayanan. Pembiayaan juga salah satu unsur pokok dalam mendukung kegiatan usaha karena peranannya yang begitu penting disamping itu pula juga di butuhkan sumber daya manusia yang kompeten untuk menjalankan suatu usaha yang berkelanjutan. "Adapun kegiatan promosi diskon dan ongkir gratis di luar jangkauan pemasaran sehingga memudahkan pelanggan mendapatkan produk " pungkasnya
Editor Pusat PT Teropong Post Jaya, Media Cetak & Online Teropong Timur News: Buang arifin



0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home