Wednesday, 25 May 2022

JAGONGAN SASTRA DEWAN KESENIAN KOTA BATU

 


Batu - Malang, www.teropongtimur.co.id

   Selasa 24 Mei 2022, komite sastra dan teater Dewan Kesenian Kota Batu menyelenggarakan Jagongan Sastra di pelataran parkir Gedung Kesenian Batuaji Batu. Hadir dalam jagongan tersebut para penyair dan penulis senior asal Kota Batu, Eko Windarto,  Agik Kiswanto, gus Somad. Bahkan komunitas buku kota malang juga ikut hadir dalam Jagongan Sastra malam itu. 

   Ketua Komite Sastra, Indah Kalalo,  dalam sambutannya mengatakan bahwa acara Jagongan Sastra itu merupakan langkah awal menggiatkan akivitas Sastra di Kota Batu. 

   " Kami akan terus berupaya bahwa jagongan semacam ini akan kami laksanakan seminggu sekali. Formatnya nyantai,  tidak harus formal layaknya sebuah event, " tutur Indah Kalalo yang juga berprofesi sebagai perias kemanten. 

   Tidak hanya penyair dan penulis sastra indonesia saja yang hadir pada malam itu,  tetapi juga dihadiri oleh penulis syair tembang mocopat. Sehingga jagongan sastra malam itu terasa lengkap dan semarak. Alunan tembang mocopat karya sutopo sendiri dilantunkan penciptanya dengan indah diiringi musik kecapi.

   Ketua Dewan Kesenian Kota Batu Gembong Sunarto berharap dalam sambutannya bahwa sastra ini sebenarnya tidak ada istilah bangkit. Yang layak adalah kemajuan sastra. Hal tersebut dikatakan agar sesuai dengan Undang undang nomer 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan. 

   " Saya juga berharap kegiatan semacam ini bisa dilakukan terus menerus, " ujar Gembong Sunarto yang aktif juga sebagai pimpinan kelompok seni tradisi,  yakni seni reog. 

   Sebanyak 10 penyair pada malam itu ikut tampil membaca puisi. Baik puisi karya sendiri maupun karya orang lain. Dan yang menjadi kejutan para penyair pada malam itu adalah dengan keikut sertaannya Indah Kalalo yang selama ini tidak pernah tampak dalam dunia satra,  tiba-tiba ikut membaca puisi juga. Gaya bacanya sangat memukau. 

   " Saya merasa bangga bahwa malam ini bisa menjadi ajang perjumpaan para seniman sastra generasi lama dan generasi baru ,"tutur. Syamsu S. Soeid,  seniman senior Kota Batu yang malam itu juga ikut membacakan puisi jawa karyanya. 

   Dalam sesi jagongan,  Akaha Taufan Aminudin dan Yani Handoko,  bercerita tentang proses kreatif di kota Batu dari waktu ke waktu. Berdua sama-sama berharap kalau di Kota Batu bisa menjadi barometer sastra di Indonesia. 

   " Penulis2 nasional banyak yang berasal dari kota Batu, "  tutur Yani Handoko penulis cerpen yang juga politikus. 

Pewarta : Tim Saminto/Nisa

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home