*Perkuat Keimanan Dan Ketakwaan Saat Memperingati Isra Mi'Raj Dan Menyambut Ramadan. Bangkit Dan Berjuang Meski Diterpa Pandemi Covid-19*
Bali, www.teropongtimur.co.id
Setiap tanggal 27 Rajab umat Islam memperingati Hari Isra Miraj. Bahkan pemerintah menjadikannya sebagai salah satu libur nasional. Banyak kegiatan atau acara yang diselenggarakan untuk memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Adalah sebuah kisah yang menceritakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dan dilanjutkan menuju Sidratul Muntaha
Seperti yang terlihat warga masyarakat lingkungan Musolla Darussalam melaksanakan peringatan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW yang berada di Jalan Raya Pemogan Gang Taman Banjar Panti Gede, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali 80221 bersama majelis cahaya nabawi dari jalan pulau Roti nomer 12B Pedungan Denpasar ( bimbingan ustadz Asmuni Hasan)
Dalam acara tersebut dihadiri para Habib, para alim ulama' , para ustad dan ustadzah, para sepuh dan pini sepuh beserta para jajaran anggota Lsm teropong Bali dan Team Hadrah cahaya Nabawi
Isi tausiah yang disampaikan oleh ustadz Asmuni Hasan adalah mengingatkan bahwa dulu di Bulan Rojab Kisah Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW terjadi dalam satu malam. Isra dan Mi'raj ini umum diperingati umat Islam setiap 27 Rajab yang tahun ini bertepatan dengan sabtu, 26 febuary 2022
Yang mana warga memperingati . Isra dan Mi'raj. Terdapat serangkaian peristiwa yang dialami Rasulullah sepanjang malam tersebut, termasuk menerima perintah salat 5 waktu
Peristiwa Isra dan Mi'raj yang dialami Nabi Muhammad saw. dilukiskan dalam Surah al-Isra:1, "Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari masjidil haram ke masjidil aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."
Isra' yang bermakna perjalanan malam adalah peristiwa ketika Nabi Muhammad saw. berangkat dari Ka'bah di Makkah ke Baitul Maqdis di Yerusalam. Jarak Makkah ke Yerusalem sekitar 1.239 kilometer yang pada sekitar 621 Masehi normalnya ditempuh dengan perjalanan kuda atau unta sekitar sebulan. Namun, Nabi Muhammad saw. mencapainya hanya dalam semalam.
Sementara itu, mi'raj, kenaikan, adalah peristiwa saat Nabi Muhammad dari Baitul Maqdis di Yerusalem ke Sidratul Muntaha, melewati 7 langit.
Nabi akhirnya tiba di Sidratul-Muntaha, yang merupakan simbol puncak pengetahuan yang paling mungkin dicapai makhluk. Dalam Surah an-Najam: 17, digambarkan, "Penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya,
Isra dan Mikraj itu terjadi setelah tahun kesedihan, yaitu ketika Nabi Muhammad saw. melepas kepergian paman sekaligus pelindung beliau, Abu Thalib, juga istri tercinta, Khadijah.
Pada malam sebelum mengalami Isra dan Mi'raj, Nabi Muhammad SAW. tengah bermalam di rumah Hindun binti Abu Thalib, sepupu beliau yang dikenal dengan nama Ummu Hani.
Setelah tidur sejenak, Nabi terjaga dan mengunjungi Ka'bah. Di sana, beliau mengantuk hingga terlelap. Saat itulah Jibril datang, membangunkan beliau hingga 3 kali. Oleh Jibril, Nabi diantarkan ke buraq, sejenis hewan yang lebih tinggi dari himar (keledai), dan lebih pendek dari baghal. Buraq ini memiliki sayap, dan berwarna putih susu.
Dalam kitab Qishshah Mi'rajin Nabi karya Syekh Najmudin Al Ghoidzi, digambarkan dalam perjalanan dari Ka'bah ke Baitul Maqdis, Nabi Muhammad SAW. mengalami perhentian beberapa kali, yaitu di Madinah, dekat Sajarah Musa, tempat Nabi Musa berteduh saat diburu Raja Firaun, Bukit Sinai, hingga Betlehem tempat kelahiran Nabi Isa.
Pada akhirnya, Nabi Muhammad SAW. mencapai Sidratul Muntaha. Beliau mendapatkan perintah untuk mengerjakan salat wajib 5 waktu, yang menjadi titik penting perjalanan beliau dalam malam tersebut.
Dirilis: Redaksi Bali: Nisa / Mamat

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home