Wednesday, 26 January 2022

Berikut Penjelasan Rudy Susanto Kepala Syahbandar Sapudi Terkait BBM Ilegal

 


Sumenep,www,teropongtimur news,co,id

Menanggapi Polemik Desas-Desus terkait maraknya dugaan BBM ilegal dari Dungkek ke Pulau Raas begini tanggapan Kepala Syahbandar Pulau Sapudi Rudy Susanto S.H.,M.H. setelah di konfirmasi awak media teropong timur news, Rabu(26/01/2022).


Menurut Keterangan Rudy Susanto, bahwa maraknya persoalan dugaan BBM ilegal yang dikirim dari pelabuhan dungkek ke pulau Raas itu seperti buah simalakama, kalau di stop pengirimannya otomatis terjadi kelangkaan BBM di pulau Raas.


"Persoalan ini seperti buah simalakama mas, kalau saya baca di pemberitaan jelas ini ada unsur kesalahannya, dan seandainya di stop pengiriman BBM nya dan terjadi kelangkaan BBM di pulau Raas kan lebih bersalah lagi jadinya mas," Tutur Rudy Susanto kepada awak media Teropong Timur News

Lebih lanjut Rudy menegaskan bahwa Wilker yang ada di Pulau Raas sudah di telepon, dirinya juga tekankan supaya Wilker yang di Raas jangan sampai terlibat masalah BBM tersebut, karena persoalan ini sangat rentan bermasalah.


"Saya sudah telepon Wilker Syahbandar diraas, dan beliaunya  mengatakan tidak sepersenpun terima fee atau apapun itu dari pemilik BBM tersebut," jelasnya


Rudy juga meminta tokoh masyarakat dan aparat setempat yang ada di pulau Raas supaya duduk satu meja dan mencari solusi jalan keluarnya terkait permasalahan ini


"Insyaallah awal bulan February ini saya kepulau Raas dan saya mau permasalahan ini di rapatkan dan di musyawarahkan bersama, biar tidak saling menyalahkan dan saling lempar tanggung jawab," pungkasnya 


Sementara itu Wahyudi dari LSM teropong mempertanyakan perihal APMS yang ada di Raas kenapa tidak beroperasi, dan seandainya APMS beroperasi otomatis tidak akan ada lagi yang namanya BBM ilegal masuk pulau Raas.


"Dalam waktu dekat saya akan mengirim surat ke Pemkab Sumenep terkait persoalan ini, biar ada jalan keluarnya, dan  kenapa APMS tidak beroperasi sebagaimana mestinya, apa kendalanya, itu harus di jelaskan semua, biar tidak jadi polemik,"tutup Wahyudi


Pewarta  : Joko H. 

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home