Wednesday, 21 April 2021


PERANGI HAWA NAFSU DIBULAN PUASA

Rosululloh SAW bersabda dalam sebuah hadis bahwa dengan puasa kita belajar mengendalikan hawa nafsu serta mengendalikan setan yang selalu menggoda dan menjebak kita pada waktu kita puasa

Kita belajar menahan setan supaya tidak masuk kedalam tubuh kita melalui makanan dan minuman diwaktu siang hari. setan berupaya membuatnya manusia tak berdaya.

👉Puasa adalah latihan menahan hawa 👈 Di dalam tarekat, puasa adalah upaya mengendalikan diri kita secara lahiriah dan batiniah.
*Secara lahiriah*
kita harus mengendalikan diri kita dengan mempuasakan seluruh panca indera untuk menutup tujuh pintu masuk setan, yaitu tujuh lubang dalam tubuh kita. mata, telinga, mulut, dan hidung. Dengan cara itu, kita dapat masuk ke dalam alam kesucian.

*Secara batiniah*,
puasa yang pertama di dalam tarekat adalah puasa menutup mulut kita atau puasa bicara. Artinya meninggalkan pembicaraan yang kotor atau menggunjing orang lain. *Salah satunya*. orang yang suka melaknat orang lain, suka menyakiti hati orang lain, atau berkata kotor. Ketika kita tak berpuasa pun, hal itu tidak boleh dilakukan, apalagi ketika kita sedang berpuasa.

*Dalam puasa bicara adalah* meninggalkan pembicaraan yang tidak berguna dan tidak membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat. Dalam hal ini kita mendekatkan diri kepada Allah swt dan perbanyak dzikir kepada Alloh

Puasa mulut harus dengan mengurangi suara mulut kita. Jika mulut kita terlalu banyak bicara, kita takkan sanggup lagi mendengarkan suara hati nurani kita.

*sebagai mana Siti Maryam AS dalam AL-Quran dikisahkan. pernah berpuasa tidak bicara. Ketika Maryam hilang dari kampung halamannya dan kembali setelah sekian lama

Siti Maryam AS diperintahkan Allah untuk puasa bicara. Ia disuruh untuk tidak menanggapi tuduhan yang macam-macam itu. Maryam hanya menjawab,👉 *Aku sudah bernadzar kepada Allah SWT bahwa hari ini aku tidak akan berbicara kepada seorang manusia* Maryam berjanji kepada Allah untuk berpuasa bicara. Karena Maryam puasa bicara, maka ia mampu mendengar suara bayi dalam kandungannya. Waktu itu juga, ketika Maryam membawa anak kecil, bayi itulah yang menjawab hujatan orang-orang.

(QS. Maryam: 33).

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home