foto: Ipung Efendi Jurnalis media teropong timur news,/ koordinator market Bali and publik relationship development dan jaringan businessman
Kemacetan salah satu musuh pariwisata* Saat aktifitas berkendara sepi bukanlah karena disaat hari raya nyepi, akan tetapi karena tamu yang kepulau Dewata Bali akan merosot tajam,
*Bali sepi nyaris seperti kota hantu*
Pada awalnya sepi itu nyaman, jalan menjadi lancar, setelah berlangsung lebih dari setahun Bali menjadi aneh dan menakutkan oleh karena segi perekonomi nyungsep bikin rakyat goyah, sendi dapur dan kantong menjadi robek.
Bali yang sepi mengharapkan tamu datang kembali, rindu kemacetan, macet yang menggerakkan ekonomi.
Hari Galungan berlalu sehari, masyarakat pulang kampung sudah balik kampung menuju kota Danpasar Bali, ditengah tengah perjalanan bertemu sebuah daerah wisata bedugul yang mana numplek dari pemudik yang dari kampung kembali ke Bali menyebabkan kemacetan baru, ditambah semrawutnya pkl dan parkir sepeda motor dipinggir jalan danau Bedugul yang juga menimbulkan kemacetan lagi, walau jalan short cut sudah disiapkan tapi kemacetan tetap membludak, yang mana kemacetan tersebut belum menggerakkan ekonomi,
transportasi menyambut bangkitnya pariwisata masih meragukan akibat kurangnya kesiapan dalam menangani infrastruktur jalan, Jika tidak terselesaikan, transportasi ke daerah daerah tujuan wisata akan timbul kemacetan, jelas.. membuat wisatawan ogah datang ketempat yang membuat macet. dan ingat Rumah makan, restoran, yang kini telah memakai badan jalan untuk tempat parkir, harapan besar untuk segera ditertibkan.
Ingat !!!, salah satu musuh pariwisata adalah kemacetan. Jangan bicara peningkatan dan kunjungan wisata dan peningkatan pajak serta peningkatan lapangan kerja baru, sebelum masalah infrastruktur jalan dan transportasi diselesaikan.👉 Untuk segera diatasi oleh Pemerintah.
Salam tokcer


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home