KEPEDULIAN YANG TULUS
Situbondo Teropong Timur News
(Sepenggal cerita empati seorang kepala dinas kesehatan
terhadap masyarakat tidak mampu.)
Kisah ini diawali ketika seorang nelayan yang bernama Salehudin
dengan penghasilan yang pas pasan di Desa Pesisir Kecamatan Besuki kebingungan harus menanggung biaya rumah
sakit karena anaknya Ita wulandari melahirkan lebih awal ( prematur ) dirumah
sakit Besuki ditahun 2015. Lama memang
kejadiannya tapi kejadian tidak akan pernah terlupakan dalam benaknya.Pada
waktuitu Ia berusaha kesana kemari mencari uang sebesar Rp. 14.500.000.( empat
belas juta lima ratus ribu rupiah ) untuk biaya persalinan dan rawat inap anak
dan cucunya yang harus berada dalam inkubator selama 14 hari karena lahir
premateur. Ia putus asa tidak berdaya. Terbersit dalam benakya untuk memjualharta
satu satunya yaitu rumah dan pekarangan yang tidak seberapa demi anak dan
cucunya. Ia bukan peserta bpjs dan tidak
punya KIS. Ketua RT setempat bpk Asnawi dan tokoh masyarakat sudah mengupayakan
segala sesuatunya untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah dengan mengurus
surat keterangan tidak mampu dari desa, tetapi tidak berhasil karena Ita
Wulandari anaknya tidak tercatat sebagai warga desa pesisir. Ita Wulandari kelahiran
desa Pesisir tetapi setalah menikah dia pindah ke pulau madura mengikuti
suaminya. Karena keadaan ekonomi Ita Wulandari kembali lagi ke desa Pesisir
tanpa membawa surat pindah dari desa asal suaminya. Mengurus BPJS dilakukan
tetapi itu tidak bisa menolong karena masa aktivasi 14 hari setelah pembayaran
pertama, sedangkan Ita sudah masuk Rumah Sakit.
Dunia serasa runtuh, dada sesak dihimpit masalah yang tidak
terselesaikan
Ditengah kegalauan hatiya
dia bersama bapak Sunawi ketua RT setempat dan tokoh masyarakat mempuyai hasrat yang kuat untuk keluar dari
masalah tesebut, terbersit niat untuk mengadukan masalah tersebut kepada Kepala
Dinas Kesehatan kab Situbondo. Pada waktu yang telah disepakati berangkatlah
mereka menuju Kantor Dinas Kesehatan Situbondo meskipun hati mereka ragu apakah
permasalahan bisa terselesaikan dengan menemui dan mengadukan masalahnya kepada
Kepala.Dinas Kesehatan. Kenal saja tidak bahkan bertemulun tidak pernah. Tetapi
keraguan hati mereka tepis demi seorang Ita Wulandarii dengan keyakinan dimana
ada usaha di situ ada jalan. Allah akan mengabulkan niat seorang hambanya jika
ia bersungguh sungguh mengusakannya. Sesampainya di kantor Dinas Kesehatan
Kabupaten Situbondo mereka diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan yang
tak lain adalah bapak Abu Bakar Abdi. Dengan senyumnya yang khas dengan ramah
bpk Abu Bakar Abdi menerima dan
mendengarkan keluh kesah bapak Salehuddin yang tidak berdaya mengatasi biaya
persalinan dan perawatan anak dan cucunya di RS Besuki. Alhamdulillah
rupanya usaha bapak Salehuddin bersama
bpk Sunahwi dan Tokoh Masyarakat di kabulkan oleh Allah SWT. Bapak Abu Bakar
Abdi dengan sepenuh hati membantu memfasilitasi semua biaya persalinan dan
perawatan anak dan cucu bpk Solehuddin, yang mengharukan bapak Abu Bakar Abdi
saat itu memberikan semua uang yang ada dalam dompetnya (yang masih di ingat
oleh bpk Salehuddin sebesar Rp. 647.000.) untuk biaya pulang dan kebutuhan
selama dirumah sakit.
Tidak sampai sampai disitu, kepulangan anak bpk Solehuddin
Ita Wulandari bersama cucunya dari rumah
sakit menggukan mobil bpk Abu Bakar Abdi.
Ketika cerita ini dikonfirmasi kepada bapak Abu Bakar Abdi,
bapak Abu Bakar Abdi merasa lupa terhadap peristiwa tersebut, ini karena bapak
Abu Bakar Abdu ikhlas dalam membantu masyarakat yang membutuhkan bantuannya dan
sudah tidak terbilang orang yang telah dibantu.
Betapa mulia hati seorang Abu yang mendedikasikan hidupnya
untuk membantu sesamanya.
Semoga Allah selalu memberkati dan memberi kesehatan bapak
Abu Bakar Abdi agar bisa berbuat lebih banyak untuk kebaikan masyarakat.
(Episode pertama)
Penulis : Erlan






0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home