WARGA NEKAT KELUAR RUMAH KARENA CICILAN KREDIT LEBIH SERAM DARI VIRUS CORONA
Situbondo, Teropong Timur News
Ibu Maskuriyah, seorang wanita pedagang
kaki lima di Desa Juglangan RT. 02 RW. 03 Dusun air Mancur Panji Situbondo mengaku
ingin libur dulu, akibat sepi dagangannya di tengah pandemi virus corona jenis
baru atau COVID-19 di Situbondo. Tapi keinginan wanita 30 tahun ini tidak ia
wujudkan. Dia berkata, "Saya sih maunya libur, mas Enggak kerja
dulu sementara, cuma cicilan saya gimana?"
Ibu dua anak itu mengatakan, ia juga khawatir untuk biaya makan selama adanya Pandemi Covid-19 selain iyu dirinya juga khawatir apabila ada orang yang terpapar covid-19 membeli dagangannya.
Ibu dua anak itu mengatakan, ia juga khawatir untuk biaya makan selama adanya Pandemi Covid-19 selain iyu dirinya juga khawatir apabila ada orang yang terpapar covid-19 membeli dagangannya.
Biasanya setiap hari, ia harus
menyisihkan sedikitnya Rp. 35.000,- yang digunakan untuk membayar cicilan dan
uang kontrakan. "Apa pemerintah Desa mau menanggung cicilan saya?"
tanyanya sembari tertawa.
Ibu Maskuriyah mengaku sempat
khawatir karena dirinya masih berjualan seperti biasa di tengah penyebaran
virus COVID-19 di Situbondo yang masuk area Zona Merah. "Cuma mau
bagaimana lagi, tidak ada pilihan meski sekarang jualan juga sepi,"
keluhnya.
Indiyono Ketua RT. 02 RW. 03 Dusun
Air Mancur mengakui dalam beberapa hari terakhir memang banyak warganya yang
mengeluhkan pendapatannya berkurang sehingga mereka merasa gelisah melihat
keadaan ekonomi saat ini akibat dari Pandemi Covid-19.
Pewarta : Indiyono
Editor : Yadik


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home