Friday, 10 April 2020

WARGA NEKAT KELUAR RUMAH KARENA CICILAN KREDIT LEBIH SERAM DARI VIRUS CORONA


Situbondo, Teropong Timur News

Ibu Maskuriyah, seorang wanita pedagang kaki lima di Desa Juglangan RT. 02 RW. 03 Dusun air Mancur Panji Situbondo mengaku ingin libur dulu, akibat sepi dagangannya di tengah pandemi virus corona jenis baru atau COVID-19 di Situbondo. Tapi keinginan wanita 30 tahun ini tidak ia wujudkan. Dia berkata, "Saya sih maunya libur, mas Enggak kerja dulu sementara, cuma cicilan saya gimana?"

Ibu dua anak itu mengatakan, ia juga khawatir untuk biaya makan selama adanya Pandemi Covid-19 selain iyu dirinya juga khawatir apabila ada orang yang terpapar covid-19 membeli dagangannya.
Biasanya setiap hari, ia harus menyisihkan sedikitnya Rp. 35.000,- yang digunakan untuk membayar cicilan dan uang kontrakan. "Apa pemerintah Desa mau menanggung cicilan saya?" tanyanya sembari tertawa.
Ibu Maskuriyah mengaku sempat khawatir karena dirinya masih berjualan seperti biasa di tengah penyebaran virus COVID-19 di Situbondo yang masuk area Zona Merah. "Cuma mau bagaimana lagi, tidak ada pilihan meski sekarang jualan juga sepi," keluhnya.
Indiyono Ketua RT. 02 RW. 03 Dusun Air Mancur mengakui dalam beberapa hari terakhir memang banyak warganya yang mengeluhkan pendapatannya berkurang sehingga mereka merasa gelisah melihat keadaan ekonomi saat ini akibat dari Pandemi Covid-19. 


Pewarta : Indiyono
Editor : Yadik

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home