Thursday, 2 January 2020

Tragedi Tahun Baru, 250 Orang Keracunan Saat Bakar Ikan Tongkol


TEROPONG Jbr - Menjelang Malam pergantian tahun 2019-2020 banyak masyarakat yang menantikannya. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat mulai dari membakar petasan kembang api, mengadakan pengajian dan lain-lainnya, termasuk acara membakar ikan.

Tetapi tidak disangka-sangka bahwa di malam tahun baru kali ini terjadi tragedi yang termasuk KLB (Kejadian Luar Biasa), dimana sampai saat ini sudah 250 orang masyarakat Jember keracunan ikan tongkol bakar.

Kondisi KLB ini dinyatakan oleh Bupati dr. Faida MMR kepada awak media.  “Ini sudah KLB (Kejadian Luar Biasa), karena jumlah korbannya mbludak, kemarin sore bertambah 80 orang dan sampai tadi malam jumlahnya terus bertambah, dan total sampai pagi ini jumlahnya mencapai 250 orang, dimana 9 orang harus mendapatkan perawatan lanjutan,” ujar Bupati Jember dr. Faida MMR.

Lebih jauh Bupati mengatakan bahwa korban keracunan tersebut tersebar di 21 kecamatan di Jember. Korban terbanyak ada di Kecamatan Ajung dengan total korban sebanyak 23 orang. Kemudian Ambulu 16 orang. "Seluruh korban keracunan tersebut saat ini dalam penangan Puskesmas di masing-masing Kecamatan. Namun, dilaporkan pula sebagian besar korban telah pulang ke rumah masing-masing" tandasnya.

Sementara itu Plt.Ka. Dinkes Kabupaten Jember Dyah Kusworini dalam pesan tertulis, mengatakan bahwa sesuai dengan perintah atasan,  pihaknya telah melakukan upaya penanganan. Yakni penanganan kasus dengan pengobatan sampai sembuh dan penyelidikan epidemiologi untuk mencari dugaan penyebab keracunan. "Kami juga akan mengamankan sisa makanan yang diduga menyebabkan keracunan," kata Dyah.

Penyebab keracunan yang diduga berasal dari ikan tongkol ini masih tengah didalami pihak Dinkes Kabupaten Jember.

Lebih jauh Dyah menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan kunjungan ke rumah untuk penyelidikan epidemiologi, menanyakan ttg adanya sisa makanan yg diduga sebagai penyebab keracunan makanan, bila ada maka keluarga diminta untuk tidak mengkonsumsi sisa makanan dimaksud dan petugas akan mengambil sampel dari sisa makanan yg ada. "Sampel makanan dikirim ke Laboratorium di Surabaya, untuk dilakukan pemeriksaan mikrobiologis dan kimiawi" tandasnya. (*)

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home