Puluhan Warga masyarakat Petani Desa Badean Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi Datangi Kantor Desa
Puluhan warga masyarakat petani datangi Kantor Desa Badean Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi Protes Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa), kecewa atas tindakan Kepala Desa Badean, NURSAMSI
SUBULI, salah satu warga petani dalam kelompok himpunan petani pemakai air (Hippa) yang ditugaskan sebagai Mudin air oleh para petani, tanpa ada alasan yang jelas kedudukanya dirampas begitu saja oleh Kades NURSAMSI tanpa ada sebab dan akibat yang jelas.
Ketua Himpunan Pemakai Pemakai Air (Hippa), H. IKSAN mengatakan dengan jelas bahwa, dia (H. IKSAN-Red) selama jadi ketua tidak pernah memberhentikan SUBULI sebagai Mudin Air, tapi kata H. IKSAN justru yang memberhentikan adalah Kepala Desa (Kades) NURSSMSI sendiri. "ucapnya
Atas kejadian ini SUBULI yang merasa terdolimi tanpa sebab menanyakan kesemua pemilik sawah yang ia airi selama tiga tahun sembari mengadu, apa kesalahanya,,??? "dari banyak petani pemilik sawah juga kaget atas jejadian ini, dan sontak mengundang reaksi mengecam tindakan Kades NURSAMSI yang dianggap ditaktor mentang mentang sebagai Kades."ulas subuli
Selasa 8 Januari 2020 dari berbagai dusun, salah satunya dusun cungkingan., donosuko., jatisari dan krajan, tepatnya pukul 09.00, petani yang tergabung dalam wadah himpunan petani pemakai air (Hippa) mendatangi kantor desa, tapi sayangnya Kades NURSAMSI tidak ngantor .
Para tokoh dan masyarakat petani pemilik sawah yang dikelola airnya oleh SUBULI sebagai mudin air sangat kecewa dengan tindakanya kepala desa (Kades) NURSAMSI yang arogan terhadap masyarakatnya (subuli) yang diberentikan dengan cara tanpa ada sepakat dan musyawarah dengan masyarakat petani "seperti H. DAELAMI., SAMSULHADI., MUJAMIL., PAHRUL., AFANDI dan masyarakat lainya .
Keberadaan Masyarakat petani yang mendatangi kantor desa guna protes dan meluruskan juga mencari kebenarannya dengan adanya pemberentian SUBULI selaku Mudin air yang sebagai tugas mengairi sawah sawah yang ada didesa Badean dengan tanpa alasan dan sebab yang diberentikan oleh Kades NURSAMSI
Dengan kehadiran masyarakat petani dikantor desa tidak ketemu kepala desa, terpaksaa ditemui oleh sekretaris desa (Sekdes) RUSLAN EFENDI,
meski tidak ada kepala desa dalam orasi ini, tetap aspirasi disampaikan, yang diterima dan dicatat oleh sekretaris (Sekdes). "Salah satu penyampaian yang disampaikan masyarakat petani yang diterima sekretaris desa adalah, terkait alasan dan kewenangan Kepala desa NURSAMSI untuk memberhentikan mudin air (SUBULI) tanpa alasan atau rembuk dan musyawarah kepada petani pemilik sawah yang dikelola airnya oleh mudin air, padahal Mudin air sudah ditunjuk dengan kesepakatan oleh masyarakat petani. "ulas disaat menyampaikan ke sekdes
Ada hal yang menarik dari para petani, bahwa ketua HIPPA, H. IKSAN dipilih langsung oleh Kades, bukan hasil kesepakatan para petani. "MUJAMIL, mantan ketua HIPPA juga ketua Gapoktan merasa ada yang ganjal dan tidak persedural dalam HIPPA yang sekarang, bahkan lembaga HIPPA yang sudah bernotaris sepertinya sudah tidak teratur lagi, bahwa prosedur pembentukan tujuanya untuk kesejahteraan petani, dasar hukumnya musyawarah mufakat dari petani untuk petani, sedangkan sekarang ada dua surat keputusan (SK) yang diterbitkan kades, yang satu SK tahun 2018 sampai 2023 yang ketuanya H IIKSAN, bendahara IKBAL, dan sekretaris SAUKHI yang sekarang mengundurkan diri.
Kemudian ada surat keputusan (SK) yang ketuanya H. IKSAN, bendahara RUSPANDI dan Sekretaris H. SUTARJO, dan tambah MUJAMIL, ,dan SK tersebut sampai saat ini kontrofersi dengan HIPPA petani Donosuko yang dipimpinan SAMSULHADI.
Dari pantauan awak media teropong timur news, TAUFIQ beserta ti, para petani akan menunggu jawaban Kades NURSAMSI, dan kembali memperkerjakan SUBULI agar tetap sebagai Mudin air. "dengan alasan salah satu masyarakat petani yang enggan disebut namanya, yang membayar bukan Kades, melainkan semua petani pemilik sawah, jadi bukan domenya kades sewenang wenang tanpa kesepakatan mecat mudin air yang sudah menguntungkan masyarakat petani dalam kinerjanya. "pungkas salah satu petani yang tidak mau di sebut namanya.
#pewarta. Taufiq
#Editor. Buang A



0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home