Wednesday, 15 January 2020

Polres Badung Gelas Upacara Wisuda Purna Bakti





Badung,www.teropongtur.co.id.



Kepolisian Resor Badung mengelar upacara wisuda purna bakti terhadap 15 orang anggotanya di halaman Mapolres, jalan Kebo Iwa No 1, Mengwi, Badung, Bali. Rabu, (15/01).

Tradisi pelepasan wisuda purna bakti ini dipimpin langsung AKBP Roby Septiadi, SIK didampingi Ketua Bhayangkari cabang Badung Ny. Reni Septiadi dan dihadiri Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga, SP,  PJU Polres Badung, para Kasat, para Kapolsek jajaran serta seluruh anggota Polres Badung.



Diawali dengan pengalungan tanda penghargaan dan cindera mata serta baket bunga oleh Ketua Bayangkari Cabang Badung kepada anggota yang mengakhiri masa baktinya tersebut, selanjutnya, bersama seluruh anggota dan Bhayangkari mengiringinya lewat barisan Pedang Pora hingga disambut kembali oleh Kapolres bersama ketua Bhayangkari cabang Badung menaiki kendaraan Patroli dan truk yang dikemudikan  langsung oleh Kapolres didampingi Ny. Reni Septiadi.

"Ini kita Patroli yang terakhir  kalinya ya pak !!!, tetapi setelah ini, bapak -bapak saya ini, bila ada yang dapat saya bantu datang saja ya pak  !!!", ucap Kapolres sebelum menaiki kendaraan sebagai sopir para anggotanya yang purna bakti.

"Ini semua adalah orang tua saya, yang telah mengabdikan hidupnya selama puluhan tahun di kepolisian ini, kini harus istirahat sembari menanti saat - saat semesta memanggilnya pulang.


Selanjutnya kata Kapolres Roby  upacara ini pada hakekatnya merupakan penghargaan yang tulus dan ungkapan rasa hormat yang setinggi-tingginya dari segenap kesatuan atas pengabdian selama dinas aktif sampai mengakhiri tugas bagi anggota yang memasuki masa pensiun.

“Atas nama pimpinan dan pribadi, saya menyampaikan penghargaan serta rasa hormat kepada segenap anggota yang telah memasuki masa purna atas dedikasi dan kinerja serta darma bhaktinya kepada bangsa dan negara,” ungkap Kapolres.

Jika direnungkan lebih dalam pemberian baket bunga, seperti mengingatkan kita seberapapun harumnya kita dan secantik apapun, meskipun ditaruh diatas kepala sebagai persembahan dia tetap akan layu dan berakhir menjadi pupuk bagi tumbuhan yang lain.

"Kita ini bagaikan daun pohon yang telah menguning, yang jatuh di bawah pohon, kalau kita tidak bisa menjadi pupuk pohon tersebut, setidaknya kita jangan menjadi sampah pohon tersebut", pesan Kapolres menutup.

Reporter. Made Arsi
Editor. Buang A

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home