APBD Kabupaten Bondowoso 2020Pertumbuhan Bidang Pertanian MELESAT Terjun 0,4 %
BONDOWOSO – teropongtimur.co.id – Sesuai Visi Misi dan janji politik Bupati/Wakil Bupati Bondowoso, membangun kemandirian ekonomi Bondowoso dengan memperkuat sektor pertanian, perkebunan, perternakan serta sektor lainnya dengan menggerakan ekonomi kerakyatan maupun menciptakan lapangan kerja.
Data statistik Bondowoso 2019, menunjukkan angka yang bertolak belakang dengan visi misi Bupati/Wakil Bupati Bondowoso. Jargon Bondowoso MELESAT dengan memperkuat sektor pertanian jauh dari kenyataan. Kepemimpinan pemerintahan saat ini, sektor pertanian sebagai sumber pendapatan mayoritas masyarakat Bondowoso, tidak mendapatkan perhatian serius dari segi perencanaan anggaran dan kebijakan daerah.
Perkembangan pertumbuhan ekonomi kabupaten Bondowoso selama periode 5 (lima) tahun terakhir (periode 2014-2018) mengalami kanaikan tipis. Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bondowoso mencapai kisaran 5,05 – 5,09 %. Kenaikan terjadi pada tahun 2013 yaitu sebesar 5,81 %, pertumbuhan ekonomi 2013, adalah yang tertinggi dalam 6 tahun terakhir, dan terus mengalami penurunan sampai 2018. Sesuai data statistik 2019, pertumbuhan bidang pertanian sampai akhir tahun 2018 hanya 0,4 %, merupakan pertumbuhan pertanian terburuk dalam 10 tahun terakhir, pertumbuhan pertanian MELESAT terjun pada titik terendah dalam satu dekade terakhir.
Data statistik Bondowoso 2019, menunjukkan angka yang bertolak belakang dengan visi misi Bupati/Wakil Bupati Bondowoso. Jargon Bondowoso MELESAT dengan memperkuat sektor pertanian jauh dari kenyataan. Kepemimpinan pemerintahan saat ini, sektor pertanian sebagai sumber pendapatan mayoritas masyarakat Bondowoso, tidak mendapatkan perhatian serius dari segi perencanaan anggaran dan kebijakan daerah.
Perkembangan pertumbuhan ekonomi kabupaten Bondowoso selama periode 5 (lima) tahun terakhir (periode 2014-2018) mengalami kanaikan tipis. Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bondowoso mencapai kisaran 5,05 – 5,09 %. Kenaikan terjadi pada tahun 2013 yaitu sebesar 5,81 %, pertumbuhan ekonomi 2013, adalah yang tertinggi dalam 6 tahun terakhir, dan terus mengalami penurunan sampai 2018. Sesuai data statistik 2019, pertumbuhan bidang pertanian sampai akhir tahun 2018 hanya 0,4 %, merupakan pertumbuhan pertanian terburuk dalam 10 tahun terakhir, pertumbuhan pertanian MELESAT terjun pada titik terendah dalam satu dekade terakhir.
Kontribusi kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan terhadap PDRB pada tahun 2018 atas dasar harga berlaku mencapai 5.625,0 milyar rupiah atau sebesar 30,36 persen. Subkategori usaha Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa Pertanian merupakan kontributor terbesar dalam menciptakan nilai tambah lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, mencapai 92,34 persen.
Jumlah tenaga kerja bidang pertanian 193.673 dari total angkatan kerja se kabupaten Bondowoso sejumlah 419.497, atau 46,17 % angkatan kerja di Bondowoso tergantung pada sektor pertanian. Dengan pertumbuhan pertanian hanya 0,4 %, dapat dipastikan kemiskinan dan pengangguran akan bertambah. Dengan meningkatnya kemiskinan pada angkatan kerja bidang pertanian, berakibat akan terjadi peningkatan anak putus sekolah dan penurunan kualitas kesehatan masyarakat, karena faktor peningkatan kemiskinan.
Penurunan pertumbuhan bidang pertanian merupakan pukulan telak kepada pemerintah saat ini. Dimana visi misi pemerintah, bidang pertanian menjadi sektor paling utama yang akan dibangun dan diperkuat, tetapi kenyataan sesuai data resmi statistik 2019, bidang pertanian mengalami pertumbuhan terburuk sepanjang sejarah kepemimpinan di Bondowoso.
Kemampuan Ketua Tim Anggaran di bidang ekonomi makro, khususnya bidang pertanian perlu dipertimbangkan oleh Bupati sebagai Kepala Daerah. Visi misi Bupati/Wakil Bupati harus dapat diterjemahkan dalam perencanaan anggaran. Menurut analisa kami, perencanaan APBD Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2020, masih belum sesuai dengan Visi Misi Bupati Bondowoso dalam memperkuat sektor pertanian.
Ditulis oleh :
Ketua Umum LSM Teropong dan Pimred Teropong Timur
H. Nawiryanto Winarno, SE
Jumlah tenaga kerja bidang pertanian 193.673 dari total angkatan kerja se kabupaten Bondowoso sejumlah 419.497, atau 46,17 % angkatan kerja di Bondowoso tergantung pada sektor pertanian. Dengan pertumbuhan pertanian hanya 0,4 %, dapat dipastikan kemiskinan dan pengangguran akan bertambah. Dengan meningkatnya kemiskinan pada angkatan kerja bidang pertanian, berakibat akan terjadi peningkatan anak putus sekolah dan penurunan kualitas kesehatan masyarakat, karena faktor peningkatan kemiskinan.
Penurunan pertumbuhan bidang pertanian merupakan pukulan telak kepada pemerintah saat ini. Dimana visi misi pemerintah, bidang pertanian menjadi sektor paling utama yang akan dibangun dan diperkuat, tetapi kenyataan sesuai data resmi statistik 2019, bidang pertanian mengalami pertumbuhan terburuk sepanjang sejarah kepemimpinan di Bondowoso.
Kemampuan Ketua Tim Anggaran di bidang ekonomi makro, khususnya bidang pertanian perlu dipertimbangkan oleh Bupati sebagai Kepala Daerah. Visi misi Bupati/Wakil Bupati harus dapat diterjemahkan dalam perencanaan anggaran. Menurut analisa kami, perencanaan APBD Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2020, masih belum sesuai dengan Visi Misi Bupati Bondowoso dalam memperkuat sektor pertanian.
Ditulis oleh :
Ketua Umum LSM Teropong dan Pimred Teropong Timur
H. Nawiryanto Winarno, SE



0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home