Wednesday, 21 August 2019

Kirap Delman Hias dan Ziaroh ke Makam Bujuk Kallim ikut mewarnai Acara peringatan HUT RI ke 74 Desa Bendelan. 



Binakal, www.teropongtimur.co.id

Peringan HUT RI tahun ini ada nuansa berbeda di banding tahun sebelumnya, Peringatan HUT RI ke 74 sekaligus Selamatan Desa Bendelan Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso tahun ini terlaksana dengan suasana cukup "sakral" dan terlaksana selama 3 hari 3 malam. 


Di awali hari minggu pagi di adakan kegiatan jalan jalan santai dan lomba panjat pinang yang di ikuti oleh masyarakat dari anak anak, remaja dan para orang tua membuat acara cukup meriah selain itu panitia kegiatan menyediakan hadiah yang cukup menarik (18/08) .
Di lanjutkan dengan lomba panjat pinang sehingga suasana pagi itu sangat meriah.


Sore hari dilanjutkan dengan acara " SANGGER " , Sangger adalah suatu acara permohonan dengan pembacaan surat yasin, tahlil, kiriman al fatehah dan pembacaan doa khusus yang berkaitan dengan selamatan desa.  
Ritual " SANGGER " ini suatu tradisi secara turun temurun yang tujuan nya adalah untuk memanjatkan doa dan rasa syukur kepada sang Maha pencipta dan wujud terima kasih kepada kepada para leluhur yang pertama kali membabat desa Bendelan. 

Di acara sangger di hadiri oleh kepala desa,perangkap desa dan segenap tokoh masyarakat ,tokoh agama setempat dan para sesepuh desa setempat. Pembacaan surat yasin, tahlil, tahmid doa adalah inti acara SANGGER yang di tempatkan di balai desa. 

Masih berlanjut keesokan hari nya di adakan acara kirap delman atau hias dokar. Berangkat Dari rumah kades pal 9 berjalan menuju makam sesepuh desa yang bernama kiyai kallim dengan julukan bujuk kallim. Almarhun kiyai kallim atau bujuk Kallilm di kenal dan di yakini oleh masyarakat setempat adalah tokoh desa yg pertama kali membabat desa Bendelan jaman dahulu.

" Sudah sepatutnya kita sebagai masyarakat Bendelan untuk mengenal, mengenang, serta melestarikan acara Ziaroh ke makam para bujuk Kallim dengan tujuan tak lain adalah mendoakan nya, sekurang kurangnya terutama pada saat Selametan desa seperti ini , kalau kiriman Alfatehah dan doa mungkin bisa kita lakukan setiap saat tapi untuk Ziaroh ke makam bujuk kallim minimal saat Selametan desa seperti ini, karena tak ada lain harapan orang meninggal itu kepada yang masih hidup adalah kiriman Alfatehah nya, " kata Abdul Hamid kepala desa Bendelan. 

" Dan satu lagi yang perlu masyarakat ketahui bahwa penetapan letak makam ini kami tidak asal asalan menlainkan di awali dengan musyawarah dan sholat istiharoh dengan dan oleh para guru ngaji yang ada di desa bendelan, " tambah Hamid. 

Juga ada satu lagi yang di lakukan kepala desa bendelan kali adalah membangun kembali tempat kontongan besar yang ada di balai desa, tujuannya adalah untuk melestarikan nya, ingat kalimat bapak Soekarno " Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan nya, sama kita mengenang dan menghargai jasa para leluhur kita terdahulu yang telah berjasa dalam babat tanah desa. 

Seperti hal nya di bangun kembali tempat Kontongan yang berukuran besar itu konon di buat sekitar tahun 1950 an yang sudah lama di biarkan tak di urus dan terbengkalai di ruang balai. 

" Tak lupa kami mengucapkan banyak terimakasih kepada segenap perangkat Desa, kasun, tokoh masyarakat, guru ngaji, teman adik adik KKN dan semua yang tak dapat saya sebut satu persatu yang turut mendukung dan membantu atas terselenggaranya acara peringatan HUT RI dan selametan Desa ini " pungkas Abdul Hamid . 

# Pewarta : Buhari
# Editor     : Wahyu

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home