Thursday, 2 May 2019

Bupati Jember Buka Raker BAZNAS



TEROPONG Jbr – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR buka Rapat Kerja Baznas Kabupaten Jember di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis 02 Mei 2019. Dalam sambutannya Bupati menjelaskan bahwa Transparansi pengelolaan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jember diperlukan sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat. "Prinsip keterbukaan dan transparansi serta kewajiban mengedukasi termasuk bagian tanggung jawab pengurus Baznas," terangnya.

Lebih jauh Bupati mengatakan bahwa Sistem Manajemen Baznas (Simba)  memuat tentang  program kemanusiaan. Oleh karena itu masyarakat perlu mendapatkan edukasi terkait permasalahan di masyarakat yang dapat diselesaikan dengan zakat.

Bupati juga mengungkapkan akan membuat program potong penghasilan pegawai Pemkab untuk zakat, sodakoh, dan infaq secara otomatis.

Bupati juga berpesan kepada segenap kepala dinas supaya anggotanya membayar zakat. "Zakat ini bukan himbauan, tetapi zakat ini wajib. Pastikan di Bulan Ramadhan ini anak buah kita tidak lengah membayar zakat"  pesannya.

Sementara itu pengurus Baznas Provinsi Jawa Timur yang turut hadir dalam Raker, KH. Najib Hamid, juga menyampaikan bahwa sejatinya zakat tidak bisa hanya menunggu kerelaan orang yang berzakat. "Secara normatif zakat itu dipungut, bukan menunggu kerelaan," terangnya.

Lebih jauh KH. Najib Hamid menjelaskan bahwa karena menyangkut otoritas, maka Baznas melakukan upaya yang bersifat persuasive. Sebab, betapa pun zakat itu wajib tidak ada sanksi bagi yang tidak berzakat. Zakat sendiri harus diniatkan bahwa di dalam harta yang dimiliki seseorang terdapat hak orang lain yang harus diberikan. "Terkait optimalisasi zakat, yang terpenting adalah kita memulai dari diri kita sendiri," jelasnya.

Pengurus Baznas Jember KH. Lutfi Ahmad menjelaskan, dalam penyelenggaraan pengumpulan zakat dimulai dengan pendataan dan pembentukan UPZ (Unit Pengumpul Zakat). UPZ bisa dibentuk di berbagai tempat. Baik di lembaga pendidikan, masjid, serta kelompok masyarakat.

"Kami melakukan optimalisasi pengumpulan zakat sodakoh menuju Jember yang mandiri melalui pembentukan UPZ di berbagai tempat.  UPZ sendiri merupakan kepanjangan tangan dari Baznas untuk mengumpulkan zakat di masyarakat," tandasnya. (*)



Labels: