Sunday, 28 April 2019

KAPOLSEK KOTA ANYAR DI KEPUNG RATUSAN WARGA


Probolingg,www.teropongtimur.co.id.


Oknum Polisi di duga salah melakukan penangkapan  terhadap seorang Warga,Ratusan Warga Desa Tambak Ukir,Kecamatan Kota anyar Kabupaten Probolinggo mengepung Polsek setempat, Sabtu 27/4/2019.  


Ratusan Warga Dusun Tegalan Desa Tambak Ukir berkerumun mendatangi Mapolsek Kota anyar, pada Sabtu 27/4/2019 petang,mereka menuntut pihak kepolisi segera mengeluarkan Sahriman,dan Warga meyakini bahwa pihak Polisi salah menangkapnya.


“Katanya Sahriman ini main adu jangkrik tapi kok dipukul, Polisi salah tangkap, dia hanya petani biasa,Polisi yang mukul harus dihukum dan sahriman harus dilepas,” teriak Ahmad, warga Desa Tambak Ukir,diiringi sorak warga.


Peristiwa itu bermula saat Polisi menangkap Sahriman di jalan Desa setempat, sekitar pukul 15.45 WIB. Saat itu pria yang akrab disapa Pak Lusi itu hendak pulang ke Rumahnya, Namun di tengah Jalan Desa ia dihentikan oleh beberapa Pihak, Tanpa alasan yang jelas ia kemudian dipukul dan dibawa ke Mapolsek.


“Awalnya Sahriman dibilang mengalami kecelakaan di Jalan Raya, namun ada Warga yang menyaksikan pemukulan Polisi Kepada Sahriman, Sehingga kami mendatangi Kantor polisi.


Infonya Sahriman dirawat di rumah sakit Rizani,” kata Saleh, kerabat Sahriman,Ratusan Warga kemudian mendatangi Polsek Kota anyar yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Desanya. 


Warga berharap Polisi melepaskan Sahriman, Sebab guru ngaji itu tidak mempunyai masalah atau terlibat kasus hukum,Warga pun menuntut Polisi yang bertindak sewenang-wenang harus dihukum.


Massa sampai saat ini kian bertambah banyak hingga suasana seperti mencekam, Sementara itu Polres Probolinggo mendatangkan beberapa personil Polisi anti huruhara untuk menjaga Mapolsek Kotaanyar,Pasukan ini bersenjata laras panjang dan bertameng. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian. (saw/saw)