Danyon 514 Raider Bondowoso Ramah Tamah Bersama Insan Pers
Teropongtimur.com-Bondowoso. Setelah bertugas selama 9 bulan di Nusa Tenggara Timur perbatasan antara Indonesia dengan Timur Leste, akhirnya Danyon bersama dengan 350 pasukannya kembali ke markas kebesarannya Rider 514 Bondowoso rabu malam. Selama bertugas banyak pengalaman yang diperoleh dari Danyon bersama pasukan, suka dan duka di jalani setiap harinya demi menjaga kesatuan NKRI.
Danyon 514 R Mayor. Inf. Mohamad Nas, saat bertemu dan melakukan ramah tamah dengan awak media di ruang kerjanya menjelaskan beberapa pengalaman dan keberhasilan dirinya bersama anggotanya saat menjaga area perbatasan. Diceritakan bahwa selama bertugas 7 bulan disana pihaknya sudah mengamankan 70 pucuk senjata Spring.
“Tanpa perlu kami paksa masyarakat disana menyerahkan sendiri beberapa senjata sisa perang terdahulu diantaranya Granat dan beberapa amunisi. Senjata tersebut masih bisa digunakan, namun tanpa kami razia mereka langsung menyerahkan ke Komandan pelaksana operasi. Selain itu kami akan menindak tegas siapa saja yang melewati tapal batas tanpa ada dibekali surat ijin yang jelas, siapapun itu kami tidak pandang bulu,” jelas komandan yang baru 2 tahun menjadi Danyon 514 Rider .
Danyon menambahkan bahwa dia bersama anggotanya tidak hanya menjaga keamanan perbatasan saja. Akan tetapi pihaknya melakukan beberapa aksi sosial dengan membagikan sembako ke masyarakat sekitar perbatasan yang dibawah ekonomi layak.
“Kami berikan bantuan beras, mie, minyak goreng dan beberapa kebutuhan lainnya. Kami juga membantu membuatkan sekolah buat anak-anak disana karena sekolah yang mereka tempati sudah tidak layak. Sekolah tersebut kami buat bersama anggota dengan hasil swadaya bersama, SD Sinarartubesi yang berada didesa Romiro Kecamatan Lamaknen Selatan Kabupaten Belu NTT. Selain menjaga keamanan ada sekitar 150 anggota membantu menjadi guru dibeberapa sekolah disana. Itulah suka dan duka yang kami alami selama melakukan tugas negara untuk menjaga keutuhan NKRI ,” tutur Danyon yang sangat murah senyum ini.
Informasi yang berhasil dihimpun Beritalima.com, selain kegiatan pengamanan dan aksi sosial pihaknya bekerja sama dengan pemerintah membangun beberapa PTS untuk penerangan didaerah sekitar yang saat ini belum bisa dimasuki PLN. Sedangkan pengganti dari pasukan Yonif 514 R yang bertugas disana saat ini adalah Pasukan 725 Kendari. (Tim)
Danyon 514 R Mayor. Inf. Mohamad Nas, saat bertemu dan melakukan ramah tamah dengan awak media di ruang kerjanya menjelaskan beberapa pengalaman dan keberhasilan dirinya bersama anggotanya saat menjaga area perbatasan. Diceritakan bahwa selama bertugas 7 bulan disana pihaknya sudah mengamankan 70 pucuk senjata Spring.
“Tanpa perlu kami paksa masyarakat disana menyerahkan sendiri beberapa senjata sisa perang terdahulu diantaranya Granat dan beberapa amunisi. Senjata tersebut masih bisa digunakan, namun tanpa kami razia mereka langsung menyerahkan ke Komandan pelaksana operasi. Selain itu kami akan menindak tegas siapa saja yang melewati tapal batas tanpa ada dibekali surat ijin yang jelas, siapapun itu kami tidak pandang bulu,” jelas komandan yang baru 2 tahun menjadi Danyon 514 Rider .
Danyon menambahkan bahwa dia bersama anggotanya tidak hanya menjaga keamanan perbatasan saja. Akan tetapi pihaknya melakukan beberapa aksi sosial dengan membagikan sembako ke masyarakat sekitar perbatasan yang dibawah ekonomi layak.
“Kami berikan bantuan beras, mie, minyak goreng dan beberapa kebutuhan lainnya. Kami juga membantu membuatkan sekolah buat anak-anak disana karena sekolah yang mereka tempati sudah tidak layak. Sekolah tersebut kami buat bersama anggota dengan hasil swadaya bersama, SD Sinarartubesi yang berada didesa Romiro Kecamatan Lamaknen Selatan Kabupaten Belu NTT. Selain menjaga keamanan ada sekitar 150 anggota membantu menjadi guru dibeberapa sekolah disana. Itulah suka dan duka yang kami alami selama melakukan tugas negara untuk menjaga keutuhan NKRI ,” tutur Danyon yang sangat murah senyum ini.
Informasi yang berhasil dihimpun Beritalima.com, selain kegiatan pengamanan dan aksi sosial pihaknya bekerja sama dengan pemerintah membangun beberapa PTS untuk penerangan didaerah sekitar yang saat ini belum bisa dimasuki PLN. Sedangkan pengganti dari pasukan Yonif 514 R yang bertugas disana saat ini adalah Pasukan 725 Kendari. (Tim)


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home